Sulit Ambil Keputusan, Salah Satu Dampak Stres Akibat Pandemi

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 23:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 612 2492600 sulit-ambil-keputusan-salah-satu-dampak-stres-akibat-pandemi-AT7OX8NyXg.jpg Stres (Foto: Healthista)

RUPANYA dampak pandemi Covid-19 memang tak main-main. Tak hanya dari segi kesehatan, ekonomi, dan sosial. Bahkan pandemi ini juga akhirnya mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.

Terungkap lewat survei The American Psychological Association's yang digelar oleh Harris Poll, sebanyak 32 persen orang dewasa sangat merasa tertekan karena pandemi yang membuat banyak orang sulit mengambil keputusan.

 sulit membuat keputusan

Bahkan hanya untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang sederhana seperti memilih menu makanan atau busana apa yang akan dikenakan juga susah, seperti dikutip NBC News, Rabu (27/10/2021).

Vaile Wright, Psikolog Klinis dan Direktur Senior Inovasi Perawatan Kesehatan di American Psychological Association menyebutkan, stres yang melanda ini memang membuat pekerjaan simpel yang kecil saja terasa berat.

“Tubuh kita tidak membedakan dari mana stres itu berasal. Mereka hanya tahu kalau kita sedang stres. Jadi ketika tingkat ketidakpastian itu mulai membanjiri mekanisme coping kita, bahkan tugas terkecil pun bisa mulai terasa membebani," kata Vaile Wright.

Survei tersebut menemukan, kelompok orang tua, dewasa muda, dan orang kulit berwarna lebih merasa kewalahan dengan tugas-tugas seperti itu sebagai akibat dari stres terkait pandemi.

Di kelompok orang tua, 47 persen mengatakan mereka berjuang untuk membuat keputusan dasar. Jauh lebih tinggi dibanding orang-orang yang belum jadi orang tua, hanya 24 persen.

Sedangkan di kelompok usia dewasa muda, tepatnya Gen Z usia 18 hingga 24 tahun dan Gen Milenial yang berusia 25 hingga 42 tahun, didapati sebanyak paling masing-masing sebesar 37 persen dan 48 persen merasakan susah mengambil keputusan sehari-hari akibat stres karena pandemi Covid-19. Sementara untuk kelompok lanjut usia, 76 tahun ke atas hanya 3 persen yang mengatakan jika mereka merasa kesulitan dan stres.

Secara keseluruhan, sebanyak 74 persen orang dewasa mengatakan stres telah begitu memengaruhi kehidupan mereka selama sebulan terakhir ini. Misalnya mengalami sakit kepala dan perasaan kewalahan.

Sebagai psikolog, Vaile mengingatkan kita tetap harus punya optimisme. Walau memang pada kenyataannya, pandemi masih berlangsung.

“Rasa optimis membantu untuk mengingatkan diri sendiri bahwa kita telah melalui kesulitan ini sebelumnya, baik secara pribadi atau sebagai suatu bangsa. Jadi bahkan hanya mengingatkan diri kita sendiri bahwa ini tidak akan berlangsung selamanya, meskipun sekarang mungkin terasa seperti itu,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini