24 Kabupaten Kota Belum Tunjukkan Penurunan Kasus Covid-19, di Mana Saja?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 481 2493073 24-kabupaten-kota-belum-tunjukkan-penurunan-kasus-covid-19-di-mana-saja-CwvEfcrzLf.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Oddity central)

JURU Bicara Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa saat ini terdapat 105 kabupaten atau kota dari 30 provinsi di Tanah Air yang belum menunjukkan adanya penurunan kasus Covid-19. Tentunya ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk selalu waspada dan memahami bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Siti Nadia menyebutkan setidaknya 24 kabupaten atau kota yang belum menunjukkan tanda penurunan Covid-19, di antaranya:

 pandemi Covid-19

1. Nagan raya

2. Labuhanbatu Selatan

3. Kepulauan Meranti

4. Bangka Selatan

5. Solok Selatan

6. Jakarta Timur

7. Kota Depok

8. Kota Bekasi

9. Blora

10. Kota Surakarta

11. Jember

12. Bima

13. Minahasa Tenggara

14. Buton

15. Bulu Kumba

16. Sintang

17. Sambas

18. Bengkayang

19. Kotawaringin Barat

20. Lamandau

21. Sukamara

22. Mahakam Ulu

23. Kaimana

24. Sorong

“Ini harus menjadi kewaspadaan kita bersama Mengingat Indonesia saat ini dalam kondisi dimana terus meningkatkan upaya menekan angka penularan kasus Covid-19 dan menekan jumlah kasus positif pada level serendah mungkin,” ucap Siti Nadia dalam siaran pers PPKM yang disiarkan secara langsung dari di channel YouTube Kominfo, Rabu (27/10/2021).

Meski demikian, dr. Siti mengatakan sebagian kabupaten atau kota di Indonesia ada pula yang menunjukkan tren penurunan kasus Covid-19. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya untuk terus melakukan pelacakan kontak secara maksimal untuk mencegah terjadinya potensi kenaikan kasus Covid-19. Identifikasi kontak dilakukan tidak hanya di lingkungan keluarga, tapi di lingkungan kerja, sekolah, dan lainnya.

“Tentunya tren baik ini harus kita pertahankan, terlebih dalam beberapa minggu ke depan masyarakat akan menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kita dapat mencegah potensi gelombang ketiga Covid-19 dengan menjadikan mobilitas tidak meningkat sampai ke angka 10 persen seperti di saat libur Nataru 2020 atau pasca Idul Fitri 2021,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini