Kepatuhan Masyarakat Pakai Masker Masih Tinggi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 481 2493090 kepatuhan-masyarakat-pakai-masker-masih-tinggi-5HOx3zq5Tv.jpg Pakai masker (Foto: NY post)

JURU Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Perubahan Perilaku, dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, masyarakat masih memiliki kesadaran yang tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupannya sehari-hari.

Salah satu penerapan protokol kesehatan yang paling banyak dilakukan adalah kebiasaan mengenakan masker.

 pakai masker

Dalam siaran pers PPKM yang disiarkan secara langsung dari di channel YouTube Kominfo, berdasarkan pemantauan Satgas Covid-19 selama beberapa waktu terakhir, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia dalam mengenakan masker masih sangat tinggi.

“Kesadaran memakai masker masyarakat Indonesia masih di atas 93,2 persen dan sebesar 6,8 persen tidak memakai masker. Sementara kepatuhan tertinggi menggunakan masker di ruang publik ditunjukkan masyarakat Bali dan Kepulauan Riau yang merupakan dua destinasi yang baru saja dibuka oleh pemerintah pusat agar dapat dikunjungi wisatawan mancanegara,” tutur dr. Reisa.

Meski demikian, Satgas Covid-19 juga menemukanmasih adanya celah di masyarakat yang lalai dalam menerapkan protokol kesehatan Celah ini berpotensi menyebabkan meledaknya kembali kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia.

Dari seluruh lokasi kerumunan yang dipantau Satgas Covid-19 selama tujuh hari terakhir, restoran dan kedai memiliki persentase sebanyak 20,6 persen dan tempat wisata yakni sebanyak 9,9 persen. Kedua sektor ini termasuk dalam kategori kepatuhan memakai masker kurang dari 60 persen.

“Ini merupakan titik lengah, sebab pandemi Covid-19 masih ada. Jangan terlalu percaya diri untuk berkerumun, dan kontak dengan orang lain tanpa mengenakan masker. Meskipun kita yang berkumpul sudah divaksin dan memindai program Aplikasi PeduliLindungi, perlu diketahui bahwa program vaksinasi Covid-19 di Indonesia masih belum mencapai 100 persen,” lanjutnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini