Hari Stroke Sedunia 2021, Kemenkes Ingatkan SeGeRa Ke RS

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 481 2493108 hari-stroke-sedunia-2021-kemenkes-ingatkan-segera-ke-rs-JiASxowwZY.jpg Stroke (Foto: Nayati healthcare)

HARI Stroke Sedunia atau World Stroke Day diperingati pada tanggal 29 Oktober 2021. Momen ini dirayakan sebagai pengingat dan edukasi masyarakat tentang penyakit yang dapat menyerang siapapun, di usia berapapun.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun coba mengedukasi masyarakat mengenai penyakit stroke ini. Ada suatu slogan yang dijadikan sebagai pengingat mengenali gejala stroke yaitu 'SeGeRa Ke RS'.

 stroke

Slogan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengenali penyakit stroke, meskipun ada gejala lain yang juga tidak bisa luput dari perhatian. Lantas, apa itu 'SeGeRa Ke RS'?

Diterangkan Plt Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes, dr Ervina Sariwati, M.Epid, ada 13,7 juta kasus stroke baru per tahun di dunia. Di Indonesia sendiri, angka prevalensinya 10,9%, sesuai dengan data Riskesdas 2018.

"Kejadian stroke itu bisa terjadi pada usia 15 tahun ke atas, dengan kasus terbanyak ada di kelompok usia 75 tahun sekitar 50,2%," terangnya dalam konferensi pers virtual dalam rangka Hari Stroke Sedunia 2021, Kamis (28/10).

Terkait dengan kasus dilihat dari jenis kelamin, dr Ervina mengungkapkan bahwa laki-laki persentasenya lebih tinggi yaitu 11 persen, dibandingkan perempuan yaitu 10,9%. Lalu, soal kejadian kasus, masyarakat kota menempati posisi terbanyak yaitu 12,6 persen kasus stroke-nya, dibandingkan penduduk desa dengan angka kasus 8,8 persen.

Nah, sebagai edukasi kepada masyarakat dr Ervina coba menerangkan gejala dan tanda-tanda stroke yang bisa dikenali dengan mudah oleh masyarakat awam. Lewat slogan 'SeGeRa Ke RS', berikut ini gejala dan tanda stroke:

1. Se: Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air secara tiba-tiba.

2. Ge: Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba.

3. Ra: Bicara pelo atau tiba-tiba tidak dapat berbicara atau tidak mengerti kata-kata atau bicara tidak nyambung.

4. Ke: Kebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh secara tiba-tiba.

5. R: Rabun, pandangan satu mata kabur, yang terjadi secara tiba-tiba.

6. S: Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya. Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasikan.

"Stroke itu penyakit yang dikenali mudah dengan kemunculan sesuatu tanda yang awalnya aktif lalu tiba-tiba jadi tidak aktif. Kondisi tiba-tiba menjadi kunci utama dari gejala stroke," tambah Dokter Spesialis Saraf Konsultan dr Dodik Tugasworo Pramukarso, Sp.S(K) di acara yang sama.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini