Gejala Stroke Muncul, Jangan Dibiarkan Lebih dari 4,5 Jam!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 481 2493120 gejala-stroke-muncul-jangan-dibiarkan-lebih-dari-4-5-jam-0lYKu7GQgW.jpg Stroke (Foto: Watauga hearing)

RUPANYA stroke merupakan penyakit yang sangat ditentukan oleh waktu dalam proses penanganannya. Artinya, ketika gejala sudah muncul, maka pasien harus segera menerima pertolongan medis di rumah sakit.

Menurut Dokter Spesialis Saraf Konsultan, dr Dodik Tugasworo Pramukarso, Sp.S(K), penyakit stroke itu berpacu dengan waktu. Semakin lama penanganan diterima oleh pasien, maka keparahan semakin besar terjadi.

 stroke

"Jika gejala stroke muncul, jangan biarkan pasien tanpa tindakan medis sama sekali lebih dari 4,5 jam. Sebab, kerusakan yang terjadi akan semakin parah dan penanganan menjadi lebih rumit," terang dr Dodik dalam webinar Hari Stroke Sedunia 2021 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan, Kamis (28/10/2021).

Waktu 4,5 jam, sambungnya, itu bukan waktu pasien sampai di rumah sakit. Tapi, waktu yang diperlukan untuk obat sudah ada di dalam tubuh pasien. Artinya, sebisa mungkin dan sesegera mungkin pasien ketika stroke muncul, langsung ditangani oleh tim dokter di rumah sakit.

Apa yang akan terjadi jika pasien stroke dibiarkan tanpa tindakan medis?

Menurut paparan dr Dodik, itu berkaitan dengan sumbatan yang ada di otak. "Jadi, jika sumbatan tidak segera dibuka, setiap menitnya ada 1,9 juta sel saraf otak yang mati di area sumbatan, dan itu artinya tidak ada pertumbuhan sel baru penggantinya. Ini yang kemudian menyebabkan kecacatan atau bahkan kematian," terangnya.

"Artinya, semakin lama sumbatan terjadi di otak, semakin besar kemungkinan pasien mengalami kecacatan. Itu kenapa 4,5 jam menjadi waktu maksimal sampai akhirnya obat didapatkan pasien," lanjutnya.

Dokter Dodik juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal mitos yang tidak terbukti kebenarannya saat tahu ada anggota keluarganya terserang stroke.

"Salah satu mitos yang masih ada di masyarakat adalah menusuk jarum di lengan dengan harapan darah keluar dan sumbatan tidak terjadi. Ini keliru dan malah memperlama pasien mendapatkan tindakan medis yang ujung-ujungnya memperparah kondisi," tambah dr Dodik.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini