Epidemiolog: Gimana Mau Bebas Covid-19 kalau Banyak yang Tak Mau Vaksin

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 481 2493317 epidemiolog-gimana-mau-bebas-covid-19-kalau-banyak-yang-tak-mau-vaksin-ULRGZ0s8Rb.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KAPAN Indonesia akan bebas dari Covid-19? Pertanyaan ini mungkin sering muncul di benak Anda.

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riyono menuturkan, Indonesia bisa terbebas dari Covid-19 jika bisa menekan kasus dan angka kematian. Selain itu, masyarakat juga perlu menjalankan protokol kesehatan serta vaksinasi.

"Mungkin kalau mau benar-benar bebas Covid-19 ini belum bisa, tapi kita menekan kasus dan angka kematiannya itu hal yang paling penting. Kalau semua ini bisa ditekan juga masyarakat mau memberikan perlindungan diri dengan vaksinasi," ujarnya saat media workshop virtual.

 

Namun faktanya, kata Pandu, masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia banyak yang tak mau vaksin. Ambil contoh di Aceh juga Sumatera Barat, banyak orang yang enggan divaksin.

Baca Juga: Jika Ingin Covid-19 Jadi Endemi, Kasus Positif Tak Boleh Lewati 2.700 per Hari

"Saya kira problemnya diedukasi, informasi yang tidak akurat ini harus diluruskan," tambahnya.

Dia melihat saat ini positivity rate turun di bawah 1 persen. "Penularannya sudah jauh lebih berkurang dan ini menekan penularan, kalau tidak bisa sama aja bohong, objektifnya sekarang harus kesana."

Jika Indonesia bebas Covid-19, upaya lain lain perlu dilakukan yakni semua kalangan harus divaksinasi Covid-19, termasuk bayi nantinya. "Vaksin Covid-19 ini jadi vaksin dasar. Dengan demikian, bila kita sudah melindungi diri jadi aman."

Pandu juga mengatakan bahwa virus Covid-19 bisa survive, mudah bermutasi dan cerdik.

"Sama saja kayak flu, mudah bermutasi terutama kemampuan untuk bisa memasuki sel manusia. Mansuai juga punya punya reseptor yang mudah dimasuki virus. Kalau orang yang dimasuki lebih kuat, maka virus akan terhindar."

Dia mengatakan, masyarakat tak perlu parno dengan situasi pandemi meski belum berlalu. Karena saat ini situasinya semakin membaik.

Dibandingkan Juli lalu sekarang membaik. Saat ada delta varian, masyarakat juga pemerintah sadar untuk mencari upaya serius koordinasi dan bersama-sama mencegah.

"Kalau masih sendiri-sendiri gak akan menang, karena perilaku kita terus membiarkan virus beredar. Sekarang sudah membaik, dimonitor dengan baik dan upaya ini berdampak pada kegiatan baru.

"Contoh walau ada PON, ada kumpul-kumpul enggak ada klaster. Karena kita tahu gimana cara mencegah penularan, go ahead, jangan takut, jangan terlalu parno, tapi waspada," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini