Hari Sumpah Pemuda, 4 Ilmuwan Muda Ini Harumkan Nama Indonesia di Dunia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 612 2493044 hari-sumpah-pemuda-4-ilmuwan-muda-ini-harumkan-nama-indonesia-di-dunia-pRu6gqb9da.jpg Indra (Foto: Inst)

RUPANYA Hari Sumpah Pemuda yang selalu dirayakan setiap tahunnya pada 28 Oktober menjadi pemacu dan pemantik semangat anak muda untuk terus berkarya. Semangat anak muda yang membara tentunya yang akan membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik.

Banyak sekali tokoh muda Indonesia yang mengharumkan nama negaranya. Mereka bahkan berbuat sesuatu yang dampaknya bisa dirasakan tak hanya oleh Indonesia, tetapi dunia.

Di Hari Sumpah Pemuda ini, Okezone merangkum sejumlah ilmuwan Indonesia yang namanya harum di dunia.

Peran sertanya pada keterlibatan projek dunia patut dijadikan inspirasi bagi kaum muda sekarang. So, siapa saja mereka?

1. Carina Citra Dewi Joe

Carina

Perempuan muda satu ini namanya sempat jadi sorotan publik karena menjadi bagian dari terciptanya vaksin Covid-19 AstraZeneca. Ia diketahui merupakan seorang postdoctoral research scientist pengembang vaksin di Jenner Institute, Oxford University.

Carina dikenal publik karena berperan sebagai peneliti utama dalam pengembangan proses manufaktur skala besar GMP Oxford atau vaksin AstraZeneca Covid-19. Ia juga adalah peraih gelar PhD di Biotechnology di Royal Melbourne Institute of Technology Australia.

2. Indra Rudiansyah

 indra

Indra juga menjadi orang di balik vaksin Covid-19 AstraZeneca. PhD candidate ini sejatinya tengah menempuh pendidikan S3 pada Program Clinical Medicine di Jenner Institute, Oxford University.

Perannya dalam pembuatan vaksin AstraZeneca adalah mengamati respons antibodi sukarelawan. Metode kerja itu pun pernah dilakukannya saat mengerjakan vaksin malaria.

3. Hutomo Suryo Wasisto

 Hutomo

Hutomo adalah ilmuwan muda peraih gelar Doktor Ingenieur (Dr .-Ing) dalam bidang Electrical Engineering. Prestasinya yang cukup membanggakan Indonesia adalah dia menjadi peneliti postdoctoral di School of Electrical and Computer Engineering (ECE), Georgia Institute of Technology, Atlanta, Amerika Serikat.

Hutomo juga diketahui pernah menjabat sebagai Head of Optoelectromechanical Integrated Nanosystems for Sensing (OptoSense) Group di Laboratory for Emerging Nanometrology (LENA) di Braunschweig, Jerman pada 2016.

4. Keni Vidilaseris

 Keni

Pria kelahiran 1985 ini pun tak kalah hebatnya dari ilmuwan muda sebelumnya. Keni mengangkat nama Indonesia di bidang kimia. Ia adalah seorang peneliti postdoctoral di Departemen Biokimia Universitas Helsinki, Finlandia.

Dalam kariernya, Keni pernah meneliti struktur protein dengan metode sinar-X. Di penelitiannya itu, dia mencoba mendesain senyawa yang secara spesifik bisa menghambat protein membran pirofosfatase dari bakteri termofilik dan parasit penyebab malaria, toksoplasma, dan penyakit tidur di Afrika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini