Kata-Kata Pembakar Semangat di Hari Sumpah Pemuda, dari Bung Karno hingga RA Kartini

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 612 2493054 kata-kata-pembakar-semangat-di-hari-sumpah-pemuda-dari-bung-karno-hingga-ra-kartini-qYjRpRTd2v.jpeg Bung Karno (Foto: Ist)

SETIAP 28 Oktober, Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Hari Sumpah Pemuda ini disimbolkan sebagai wujud semangat membangkitkan cinta Tanah Air dan simbol persatuan peran para pemuda Indonesia, yaitu bertumpah darah satu, berbangsa yang satu, dan menjunjung bahasa persatuan Indonesia.

Berbagai kata-kata bijak pun dilontarkan pada hari ini guna membangkitkan semangat para muda-mudi untuk memberikan kontribusi yang baik bagi negara Indonesia.

Merangkum Gramedia pada Kamis (28/10/2021), berikut deretan kata-kata pembakar semangat di Hari Sumpah Pemuda sebagai wujud dari rasa cinta kepada Indonesia.

“Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik suatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!” – Bung Karno

Bung Karno

“Merdeka hanyalah sebuah jembatan, Walaupun jembatan emas, di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis!” – Bung Karno

Baca Juga : Hari Sumpah Pemuda, Presiden Jokowi: Persatuan Jadi Modal Lalui Tantangan

“Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bistik tapi budak.” – Bung Karno

“Kemerdekaan hanyalah didapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad ‘Merdeka, merdeka atau mati’!” – Bung Karno

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. “– Bung Karno

“Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita” – Bung Karno

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segitiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” – Bung Karno

“Nasionalis yang sejati, jang nasionalismenya itu bukan timbul semata-mata suatu copie atau tiruan dari nasionalisme barat akan tetapi timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan” – Bung Karno

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.”– Bung Karno

“Apa kekurangan kita? Kekurangan kita adalah kurangnya percaya diri sebagai suatu bangsa sehingga kita menjadi penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu sama lain.” – Bung Karno

“Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan aku 1 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.” – Bung Karno

“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya, jika patah satu daripada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.”– Bung Karno

“Biarlah pengalaman masa lalu kita menjadi tonggak petunjuk dan bukan tonggak yang membelenggu kita.”– Bung Hatta

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih. Akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi.” – Jenderal Sudirman

Hari Kartini

“Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.” – R.A Kartini

“Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator.” – HOS Tjokroaminoto

“Anak muda boleh pandai beretorika, tapi juga harus sadar untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat yang menjadi cita-cita.” – Sutan Syahrir

“Penjagaan terbaik bagi generasi muda adalah contoh yang baik bagi generasi tua.” – Cut Nyak Dien

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini