Museum Sumpah Pemuda Gelar Upacara, Anak Muda Harus Jadi Agen Perubahan

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 612 2493198 museum-sumpah-pemuda-gelar-upacara-anak-muda-harus-jadi-agen-perubahan-sjRPSFysUd.jpg Sumpah Pemuda (Foto: Okezone)

DALAM rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang diadakan setiap 28 Oktober, Museum Sumpah Pemuda, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, mengadakan Upacara Bendera di Halaman Gedung Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat.

Upacara Sumpah Pemuda yang ke-93 ini dipimpin oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Hilmar Farid selaku pembina upacara.

 pemuda

“Hari Sumpah Pemuda ke 93 kali ini mengambil tema “Bersatu, Bangkit dan Tumbuh”. Tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda.

"Bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Kamis (28/10/2021).

Hilman Farid juga menambahkan, Tema Bersatu, Bangkit dan Tumbuh ini sesungguhnya diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa, tetapi bagi pemuda menjadi penting karena di tangan pemuda lah kita berharap Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi dan melangkah lebih maju untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Pandemi Covid-19 yang masih melanda Bangsa di belahan dunia termasuk Indonesia, tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mempengaruhi kondisi perekonomian, Pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Pemuda sebagai agen perubahan (agent of change) ialah sebuah fakta sejarah yang tidak bisa dihindari. Pemuda Indonesia selaku menjadi penentu momen penting perjalanan bangsa Indonesia.

Mulai dari Pendirian Budi Utomo 1908, Momentum Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945, hingga reformasi 1998 menjadi momentum bersejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Semua momentum tersebut adalah hasil karya, komitmen dan dedikasi para pemuda Indonesia. Selain itu, Hilman Farid mengatakan bahwa, untuk itu momentum Hari Sumpah Pemuda yang kita peringati hari ini, harus mampu menjadi perekat persatuan kita sebagai bangsa untuk bersama-sama bangkit melawan pandemi.

"Serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kokoh melalui kewirausahaan pemuda," tuturnya.

Persatuan menjadi syarat mutlak sebuah loncatan perubahan dan menghadapi berbagai tantangan. Tantangan bagi bangsa Indonesia khususnya bagi para pemuda tentunya tidak semakin ringan, akan tetapi dengan komitmen bersatu dalam keragaman menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan bangsa ke depan.

Upacara Sumpah Pemuda tersebut juga dihadiri Fitra Arda selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Sri Hartini selaku Plt. Kepala Museum Nasional, Pustanto selaku Kepala Galeri Nasional merangkap sebagai Plt. Kepala Museum Kebangkitan Nasional.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini