Hari Stroke Sedunia 2021, Cegah Penyakitnya dengan Aktif Bergerak!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 29 Oktober 2021 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 481 2493744 hari-stroke-sedunia-2021-cegah-penyakitnya-dengan-aktif-bergerak-X07pKmOfkn.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

PENYAKIT stroke adalah gangguan fungsi otak yang terjadi secara tiba-tiba, baik itu pada skala kecil maupun terjadi pada semua anggota tubuh, yang disebabkan oleh pembuluh darah.

Dalam standar American Heart Association, gangguan stroke tidak hanya terjadi di otak, tetapi bisa juga di tulang belakang dan mata.

"Jadi, setiap ada gangguan pembuluh darah yang sifatnya tiba-tiba dan penyebabnya satu pembuluh darah, kita harus waspadai sebagai stroke," terang Dokter Spesialis Saraf Konsultan, dr Dodik Tugasworo Pramukarso, Sp.S(K), dalam webinar memperingati Hari Stroke Sedunia 2021, Kamis (28/10/2021).

Stroke

Nah, bicara soal pencegahan, diterangkan oleh Dokter Spesialis Konsultan Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dr Vitriana, Sp.KFR(K), salah satu yang penting untuk diperhatikan adalah aktif bergerak.

Karena itu, ia menyarankan kepada masyarakat untuk tidak malas untuk bergerak karena ini merupakan bagian dari upaya pencegahan primer penyakit stroke. "Peningkatan aktivitas fisik direkomendasikan karena dapat menurunkan risiko stroke," kata dr Vitriana.

Baca Juga : Gejala Stroke Muncul, Jangan Dibiarkan Lebih dari 4,5 Jam!

Tak hanya aktif bergerak sebetulnya, masyarakat juga disarankan betul untuk menjaga pola makan yang sehat dan melakukan olahraga secara teratur.

Aerobik

"Pada orang dewasa, olahraga bersifat aerobik minimal 150 menit atau 2 jam 30 menit per minggu dengan intensitas sedang sangat dianjurkan. Atau ada pilihan lain yaitu 75 menit setara dengan 1 jam 15 menit per minggu jika Anda ingin melakukan intensitas berat," tambahnya. Contoh dari olahraga yang bisa dilakukan antara lain jalan cepat, berlari, sepeda, atau berenang.

Latihan aerobik sendiri memiliki makna bahwa aktivitas olahraga secara sistematis dengan peningkatan beban secara bertahan dan terus menerus, yang menggunakan energi yang berasal dari pembakaran dengan menggunakan oksigen dan membutuhkan oksigen.

Menjadi pertanyaan sekarang, apakah pasien pasca stroke tetap harus aktif bergerak?

Dokter Vitriana menerangkan, aktivitas fisik itu direkomendasikan untuk semua orang sebagai bagian dari hidup sehat dan bugar, termasuk penyintas stroke.

"Ketika terjadi gangguan kebugaran, ini dihubungkan dengan disabilitas dan keterbatasan fungsional pasca stroke, seperti berjalan," lanjutnya. "Nah, hubungan tersebut dapat bersifat sebab-akibat, artinya gangguan kebugaran menyebabkan atau memicu disabilitas itu sendiri," tambah dr Vitriana.

Meski begitu, dr Vitriana menekankan bahwa setiap pasien pasca-stroke akan memiliki aktivitas fisik yang berbeda antar pasien, karena latihan fisik sangat bersifat personal atau individual. "Dokter akan merekomendasikan olahraga sesuai dengan riwayat penyakit, termasuk di mana letak luka otak sebelumnya," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini