Berobat ke AS, Marshanda Jalani Terapi Bipolar Pakai Obat Kuda

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 29 Oktober 2021 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 481 2493774 berobat-ke-as-marshanda-jalani-terapi-bipolar-pakai-obat-kuda-fgCR0jaf8d.jpg Marshanda (Foto: Inst)

RUPANYA terapi bipolar yang dijalani Marshanda di Amerika Serikat menjadi pembahasan menarik di ranah publik. Hal itu karena obat yang dikonsumsinya secara rutin adalah ketamin atau obat kuda.

Ia pun membahasnya secara gamblang terkait hal ini pada Maia Estianty. "Aku kalau enggak salah pernah dengar, ketamin itu pada dasarnya adalah obat untuk kuda, iya enggak sih?" tanya Maia penasaran, di video Youtube Maia ALELDUL TV.

Mendengar pernyataan itu, Marshanda pun bersemangat untuk menerangkan apa itu ketamin yang digunakannya sebagai terapi bipolar. "Oh iya benar. Aku juga baca-baca memang iya untuk kuda. Iya, benar banget," jawab Marshanda.

 Marshanda

Ia pun menjelaskan kepada Maia bahwa di Amerika Serikat itu sudah banyak yang mengeksekusi (meresepkan) obat itu untuk terapi masalah depresi.

"Jadi, sudah banyak di US yang mengeksekusi, dokter, klinik, atau psikiater, untuk treatment pakai itu (ketamin) untuk orang-orang yang punya depresi," ucap Caca, sapaan akrabnya.

Ketamin sendiri diterangkan dalam laman kesehatan Webmd, pertama kali dipakai di Belgia pada 1960-an sebagai obat anestesi untuk hewan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pun menyetujuinya sebagai obat bius untuk manusia pada 1970.

"Obat itu digunakan dalam merawat tentara yang terluka di medan perang selama perang Vietnam," terang laman kesehatan tersebut, dikutip MNC Portal Jumat (29/10/2021).

Tidak seperti anestesi lainnya, ketamin diketahui tidak memperlambat pernapasan atau detak jantung, sehingga pasien tidak perlu menggunakan ventilator selama terapi diberikan.

Pada beberapa kasus, ketamin dalam kondisi darurat boleh diberikan kepada individu yang merasa gelisah pasca diselamatkan dari upaya percobaan bunuh diri.

"Seseorang mencoba melompat dari jembatan dan mereka memberinya ketamin di ambulans untuk menenangkan dan 9 bulan kemudian dia berkata 'Saya tidak merasa ingin bunuh diri lagi selama 9 bulan menggunakan ketamin'," terang laporan tersebut.

Bagaimana ketamin bekerja di dalam tubuh?

 

Diterangkan dr John Krystal, MD, seorang kepala psikiatri di Yale-New Haven Hospital dan Yale School of Medicine di Connecticut, ketamin dapat menghasilkan perasaan tidak nyata, distorsi visual pun sensorik, perasaan terdistorsi tentang tubuh seseorang, pemikiran dan keyakinan sementara yang tak biasa, dan perasaan euforia.

Setelah seseorang menenggak ketamin, efeknya terasa pada 2 jam berikutnya. Menjadi catatan di sini, ada risiko yang mungkin dialami seseorang yang menggunakan ketamin, seperti ketidaksadaran, tekanan darah tinggi, dan pernapasan yang sangat lambat.

"Obat tersebut juga dapat menyebabkan masalah jangka panjang seperti bisul dan nyeri pada kandung kemih, masalah ginjal, sakit perut, depresi, dan memori yang buruk. Efeknya akan menjadi lebih buruk jika Anda kecanduan alkohol atau menggunakan obat tidak sesuai anjuran profesional," tegas dr Krystal.

Ia menambahkan, "Terapi ketamin akan bekerja lebih baik pada mereka yang mengalami depresi namun belum pernah menjalani terapi obat apapun sebelumnya. Artinya, jika ketamin dipakai pertama kali dalam mengatasi depresi, itu memberikan hasil yang lebih baik," tambah dr Krystal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini