Penyebab Pasien Kanker Berisiko Kena Penyakit Jantung

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 30 Oktober 2021 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 30 481 2494165 penyebab-pasien-kanker-berisiko-kena-penyakit-jantung-7wwNuw51rR.jpg Ilustrasi (Foto : News Medical)

TERAPI kemoterapi dan radiologi yang dijalani pasien kanker ternyata memberi dampak buruk pada masalah kesehatan jantung. Ya, terapi tersebut menjadi faktor risiko pasien kanker mengalami masalah penyakit jantung.

"Terlebih jika dosis obat kemoterapi yang dikonsumsi tinggi ataupun terapi radiologi mengenai organ jantung," kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Heartology Cardiovascular Center, dr Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K), dalam webinar, Sabtu (30/10/2021).

Itu kenapa, lanjutnya, penting untuk setiap pasien kanker melakukan skrining jantung sebelum terapi dilakukan. Bahkan, skrining jantung ini perlu terus dilakukan hingga 15 bulan pasca terapi dilakukan.

Dokter

"Jadi, di awal pasien kanker akan menjalani skrining pertama yaitu data fungsi jantung dengan pemeriksaan 3D/4D Echo atau strain echo. Setelah itu, skrining dilakukan juga pada 3 bulan pasca pengobatan, dilanjut ke 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, dan di akhirnya 15 bulan," papar dr Ario.

Baca Juga : Pengobatan Kanker Bisa Sebabkan Vaksin Covid-19 Tak Efektif

"JIka di akhir skrining pada 15 bulan pasca terapi tidak ditemukan masalah jantung, artinya pasien memang tidak memiliki risiko masalah jantung dan tidak perlu ada kekhawatiran mengenai masalah jantungnya," tambahnya.Lantas, kelompok pasien kanker seperti apa yang perlu diwaspadai? Dokter Ario mengelompokkannya dalam 3 kelompok pasien kanker:

1. Pasien dengan dosis tinggi obat-obatan kemoterapi (anthracycline).

2. Dosis tinggi radioterapi di mana jantung merupakan daerah yang terkena pajanan sinar radiologi.

3. Di samping itu, pasien dengan dosis rendah obat kemoterapi juga bisa menjadi faktor risiko jika pasien kanker berusia di atas 60 tahun, mendapat terapi radiologi juga, memiliki riwayat diabetes, merokok, hipertensi, dislipidemia, penyakit ginjal kronis, dan kegemukan. Serta pasien juga pernah menderita penyakit jantung sebelumnya dan terjadi peningkatan enzim jantung sebelum inisiasi terapi antikanker.

Karena itu, dr Ario menyarankan pada pasien kanker untuk melakukan beberapa pemeriksaan tambahan selagi terapi terus dijalankan. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada masalah jantung yang kemungkinan terjadi selama terapi dijalani.

Pemeriksaan itu seperti EKG (rekam jantung), ekokardiografi, pemeriksaan faktor risiko penyakit jantung, pemeriksaan enzim jantung, dan pemeriksaan MRI apabila kualitas pencitraan kurang optimal.

"Skrining penyakit jantung sangat diperlukan untuk menentukan risiko serangan jantung saat program pengobatan kanker dilakukan. Skrining ekokardiografi dengan 3D dan strain echo merupakan modalitas penting juga pada penderita kanker," ungkapnya.

"Soal penyakit jantung apa yang paling banyak dialami pasien kanker, data lebih banyak memperlihatkan pasien kanker mengalami gagal jantung, gangguan irama jantung atau aritmia, dan hipertensi," tambah dr Ario.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini