Share

3 Kasus Flu Burung H5N6 Ditemukan di China, Mulai Menyebar Antar Manusia?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 01 November 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 01 481 2494758 3-kasus-flu-burung-h5n6-ditemukan-di-china-mulai-menyebar-antar-manusia-uQ7E8obuuo.jpeg Kasus flu burung meningkat di China (Foto: Indian TV News)

CHINA kembali melaporkan kasus flu burung H5N6. Total kini ada 3 kasus dengan detail kondisi yang tidak begitu jelas.

Kasus pertama dilaporkan terjadi pada seorang perempuan berusia 58 tahun asal Hunan. Kejadian pertama ini langsung disampaikan ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan mendapat perhatian penuh lembaga tersebut.

Dalam laporannya, perempuan itu jatuh sakit pada 28 Agustus, tetapi kasusnya belum dilaporkan ke publik. Informasi yang beredar menerangkan bahwa si perempuan terpapar virus dari unggas mati.

Flu Burung

Kemudian, kasus kedua ialah pria berusia 52 tahun dari Kota Dongguan. "Pasien saat ini dirawat di rumah sakit yang ditunjuk di Dongguan," terang laporan resmi Komisi Kesehatan Provinsi Guangdong, dikutip dari BNO News, Senin (1/11/2021). Rincian lain tentang kondisi pria itu tidak disampaikan, termasuk dari mana asal virus yang menyebabkan si pria terinfeksi.

Baca Juga : Kasus Flu Burung di China Makin Mengkhawatirkan, Ini Tanggapan Kemenkes

Kasus ketiga dilaporkan di Yangzhou di Provinsi Hunan. Seorang petani dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Pria berusia 66 tahun itu jatuh sakit pada akhir September dan sampel yang dikumpulkan dari unggas di halaman belakang rumahnya dinyatakan positif flu burung (H5), menurut WHO.

"Pejabat China hanya memberikan informasi terbatas tentang kasus flu burung H5N6 pada manusia dan seringkali membutuhkan waktu berminggu-minggu sebelum kasus dilaporkan ke publik oleh WHO," ungkap kantor berita tersebut.

"Sebagian besar kasus pertama kali dilaporkan oleh Departemen Kesehatan Hong Kong, yang memantau dengan cermat kasus manusia," lanjutnya.

Hingga sekarang, hanya ada 52 kasus H5N6 di seluruh dunia sejak 2014. Namun, 20 kasus dari mereka dilaporkan selama 4 bulan terakhir, dan lebih dari setengah dari semua kasus dilaporkan tahun ini saja.

WHO sendiri menerangkan bahwa flu burung H5N6 menyebabkan penyakit parah pada manusia, menyerang segala usia, dan telah membunuh hampir setengah dari mereka yang terinfeksi.

"Tidak ada kasus penularan dari manusia ke manusia yang dikonfirmasi, tetapi seorang wanita berusia 61 tahun yang dites positif pada Juli membantah telah melakukan kontak dengan unggas hidup," terang WHO.

Sebuah penelitian yang diterbitkan Pusat Pengendalian Penyakit China pada September lalu mengidentifikasi beberapa mutasi dalam dua kasus flu burung H5N6 baru-baru ini. "Tren peningkatan infeksi virus flu burung pada manusia telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting dan tidak dapat diabaikan," para peneliti memperingatkan.

Lebih lanjut, Thijs Kuiken, seorang profesor patologi komparatif di Erasmus University Medical Center di Rotterdam, juga menyatakan keprihatinan tentang meningkatnya jumlah kasus flu burung H5N6 ini.

"Bisa jadi varian ini sedikit lebih menular (ke manusia) … atau mungkin ada lebih banyak virus ini pada unggas sekarang dan itulah mengapa lebih banyak orang yang terinfeksi," kata Kuiken pada Reuters.

Awal bulan ini, seorang juru bicara WHO mengatakan peningkatan pengawasan sangat diperlukan untuk lebih memahami peningkatan jumlah kasus manusia. Juru bicara itu menambahkan bahwa risiko penularan dari manusia ke manusia tetap rendah karena H5N6 belum punya kekuatan lebih untuk bisa menular di antara manusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini