Share

Flu Burung Mengganas di China, Epidemiolog Sebut Tak Perlu Khawatir

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 02 November 2021 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 02 612 2495664 flu-burung-mengganas-di-china-epidemiolog-sebut-tak-perlu-khawatir-0IE3j8m6sy.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BELUM juga rampung virus Covid-19, kini China kembali memberikan kabar bahwa ada virus flu burung H5N6 semakin mengkhawatirkan. Flu burung atau yang lebih dikenal dengan avian influenza ditemukan pertama kali menular pada manusia di 2014.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa sepanjang tahun 2021, China sudah mencatatkan adanya kasus infeksi pada manusia yang disebabkan virus H5N6.

Epidemiolog dari Griffth University Australia, Dicky Budiman menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir dengan ancaman masuknya H5N6, karena secara potensi kekhawatiran H5N6 ini masih moderate. Berdasarkan data sejauh ini potensi flu burung masuk ke Indonesia sangatlah kecil.

“Pertama yang harus dipahami adalah mengapa H5N6 risikonya moderate, karena dalam situasi pandemi Covid-19 ini, perilaku masyarakat dan kewaspadaan pemerintah dunia meningkat. Sehingga Ini akan membantu juga menurunkan potensi penyebaran beberapa penyakit yang berpotensi wabah juga, termasuk flu H5N6,” ucap Dicky saat dihubungi MNC Portal, Selasa (2/11/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, protokol kesehatan 5M terutama memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dapat sangat membantu bukan hanya masalah flu burung tapi juga penyakit saluran pernapasan lainnya.

Selain itu alasan kedua H5N6 dimasukan dalam kategori moderat karena influenza A ini tetap bisa ditangani dengan terapi anti viralnya influenza seperti Oseltamivir dan obat lainnya. Hingga saat ini obat itu masih ada dan efektif untuk menyembuhkan flu burung.

“Bahkan Amerika sudah melakukan uji dan dianggap masih cukup efektif vaksin yang ada. Walaupun saat ini tetap dilakukan juga uji potensi atau kandidat vaksin flu lainnya. Karena virus flu ini kan bermutasi terus. Jadi memang selalu diupdate terus vaksinnya,” tuntasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini