Share

Epidemiolog Khawatirkan Potensi Twindemic Flu Burung dan Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 03 November 2021 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 03 481 2495965 epidemiolog-khawatirkan-potensi-twindemic-flu-burung-dan-covid-19-qySqKWBOPI.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Medscape)

EPIDEMIOLOG dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, pemerintah harus memperkuat manajemen dan reformasi kondisi sarana dan prasarana pasar unggas di Indonesia.

Hal ini merupakan salah satu cara untuk mencegah potensi masuknya Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) H5N6 atau biasa dikenal sebagai flu burung.

Sebagaimana diketahui, saat ini China sedang digemparkan dengan munculnya flu burung H5N6 yang semakin meresahkan.

 flu burung

Dikhawatirkan H5N6 ini berpotensi menyebar ke berbagai negara di dunia seperti pada kasus Covid-19 yang bermula di Wuhan, China. Oleh sebab itu, Dicky pun menjelaskan tentang beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah potensi masuknya H5N6 ke Tanah Air.

Baca juga: Flu Burung Mengganas di China, Epidemiolog Sebut Tak Perlu Khawatir

“Mengurangi kontak orang dengan unggas semaksimal mungkin, meningkatkan kebersihan makanan, dan melindungi para peternak atau masyarakat dengan vaksinasi vaksin flu burung,” kata Dicky.

Lebih lanjut, dengan situasi pandemi Covid-19 di dunia yang masih parah, kita harus sangat waspada terhadap munculnya kasus flu burung dan memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit ini. Sebab para ahli mengkhawatirkan adanya potensi twindemic. Ini adalah kondisi endemi atau pandemi yang disebabkan oleh dua patogen.

Twindemic yang sangat dikhawatirkan adalah flu termasuk H5N6 ini dan Covid-19. Oleh sebab itu, ada rekomendasi bahwa untuk mencegah dan mengantisipasinya maka diperlukan vaksinasi terhadap dua penyakit ini.

“Jadi melakukan vaksin flu kemudian melakukan vaksin Covid-19 tapi selisihnya harus sekira dua mingguan minimal, tidak boleh barengan. Jadi tidak bisa tuh namanya sudah divaksin Covid-19 bisa kebal flu, terlebih pada negara-negara musim dingin yang sering terjadi endemic flu. Jadi kedua vaksin tersebut harus dilakukan,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini