Gula Berlebih Pemicu Utama Obesitas, Yuk Cek Index Massa Tubuh dengan Cara Ini

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 04 November 2021 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 04 481 2496665 gula-berlebih-pemicu-utama-obesitas-yuk-cek-index-massa-tubuh-dengan-cara-ini-40uVuaMTHJ.jpg Gula berlebihan (Foto: Labellord)

DOKTER Spesialis Gizi Klinis, dr. Marya Haryono, MGizi, SpGK, FINEM, mengatakan bahwa konsumsi gula berlebih berkontribusi terhadap tingginya asupan kalori yang dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Sayangnya, masyarakat masih cenderung mengonsumsi gula dalam jumlah yang tinggi.

Konsumsi gula yang tinggi ini bisa terjadi baik dari penambahan gula saat memasak, makan, dan minum maupun melalui konsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi gula. Terlebih selama masa pandemi Covid-19 masyarakat sering dimanjakan dengan promo aneka makanan dari layanan pesan antar.

 makanan manis

"Masyarakat juga perlu waspada dengan kandungan gula yang terkandung di makanan dan minuman kemasan. Untuk itu, masyarakat perlu lebih jeli dalam memerhatikan label kemasan guna mengetahui kandungan gula tersembunyi (hidden sugar) di makanan minuman," ujar dr. Marya dalam virtual media briefing, Kamis (4/11/2021).

Menurutnya kebiasaan memperhatikan komposisi makanan yang dikonsumsi, sangat penting agar dapat lebih mengetahui akan jumlah gula yang dikonsumsi setiap harinya. Selain itu masyarakat juga wajib secara rutin melakukan pengukuran berat badan.

"Pengukuran dilakukan untuk mengetahui apakah berat badan termasuk kategori normal atau overweight dan bahkan obesitas. Cara pengukurannya dengan metode perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu jumlah berat badan (dalam kilogram) dibagi tinggi badan (dalam meter) kuadrat," lanjutnya.

Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada orang Asia, apabila hasil BMI-nya di bawah 18,5 maka tergolong kurus, sementara BMI 18,5-22,9 termasuk kategori normal. Tapi masyarakat perlu lebih waspada apabila hasil BMI mencapai angka 23,0-24,9.

"Itu sudah termasuk kategori overweight. Sementara 25-29,9 termasuk kategori obesitas tingkat I, dan ≥30 dinyatakan obesitas tingkat II,” tuntas dr. Marya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini