Tips Brand Lokal Bertahan di Tengah Pandemi: Mainkan di Desain dan Harga

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Jum'at 05 November 2021 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 194 2497000 tips-brand-lokal-bertahan-di-tengah-pandemi-mainkan-di-desain-dan-harga-RL615lVeaE.jpg Ilustrasi. (Foto: Heymale)

BRAND lokal fashion nampaknya selama ini diminati fashionista. Hal ini pun menjadi angin segar bagi pelaku industri fashion.

Model busana serta kualitas bahan pakaian yang diusung brand lokal ini pun nyaman dipakai. Tentu tak kalah dengan beragam model pakaian branded yang dijual di mal besar.

Salah satu pelaku industri fashion, Dimas Mairyan, mengatakan, selama pandemi ia terus berinovasi dalam mendesain busana sesuai dengan keinginan para fashionista. Ia berfokus pada penjualan koleksi busana pria.

Seperti koleksi kemeja, celana, jaket, longsleeve hingga blazer pria dengan beragam pilihan warna kekinian. Bahkam salah satu koleksi jaketnya saja ludes dalam 1 menit saja.

 Pakaian

Ia sangat bersyukur bahwa masih banyak orang mencari busana formal atau kasual untuk beraktivitas di luar rumah. Mereka masih ingin tampil gaya dan memikirkan kenyamanan.

"Bagi kami pencapaian ini merupakan sebuah kebanggan dan tanda kepercayaan yang dimiliki oleh masyarakat," ujar Founder Heymale lewat keterangan tertulis.

Bukan hanya dia, sang istri, Nadya Rosmalia yang memperkenalkan Heylocal, yang fokus pada busana dan aksesori wanita, sampai dicatat oleh Rekor MURI di masa pandemi. Nadya merancang tas serta mukena yang mampu meraih lebih dari 2 juta followers di Instagramnya.

Suatu ketika, Nadya juga tak menyangka bila mukenanya juga terjual dalam 1 menit. Hal ini benar adanya, karena desainnya yang cantik, bahan nyaman serta harga terjangkau.

“Kita tentunya sangat bersyukur ya bisa mencatatkan rekor ini, terlebih karena pencapaian ini sejatinya bukan merupakan sesuatu yang kami rencanakan," tambahnya.

Di momen ini, Dimas juga ingin mengajak orang lain agar tak ragu untuk memulai usaha di bidang fashion. Meski di tengah kondisi sulit saat ini, semua orang bisa beradaptasi menghadapi tantangan perubahan.

"Namun tantangan ini sejatinya perlu untuk kita maknai bukan sebagai penghalang namun lebih sebagai penyemangat bagi kita," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini