Pentingnya Melindungi Kesehatan Masyarakat dalam Membuat Standar Kemasan Pangan

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 05 November 2021 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 612 2497219 pentingnya-melindungi-kesehatan-masyarakat-dalam-membuat-standar-kemasan-pangan-KtKFqYSPUZ.jpg Kemasan pangan (Foto: Freepik)

GUNA melindungi kesehatan masyarakat maka perlu pengetahuan soal bahaya senyawa Bisphenol A (BPA) pada kemasan pangan. Berbagai pihak mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) RI untuk melakukan pelabelan BPA dalam kemasan pangan.

Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Nia Umar meminta semua pihak terlibat dalam sosialisasi tentang resiko BPA. Pihaknya mendukung rekomendasi yang disampaikan tim pengkaji FIA UI agar ada regulasi pelabelan BPA.

 kemasan pangan

“Harapan kami, pemerintah tegas mengatur dan mengedepankan kesehatan masyarakat,” ujar Nia belum lama ini.

Sementara itu, Peneliti dan Akademisi FIA UI, Dr. Ima Mayasari mendorong pemerintah mengambil langkah untuk menyusun regulasi yang mampu mengharmonisasikan regulasi terkait Kemasan Pangan baik hulu oleh Badan POM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Bappenas/Kementerian PPN, dan hilir melalui UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan, dan UU No 32 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan UU No 35 tahun 2014 yang memberikan penekanan pada aspek kemanfaatan untuk melindungi kesehatan masyarakat.

“Pemerintah harus mampu melihat perkembangan kebutuhan masyarakat dan referensi kebijakan yang ada di tataran internasional dengan melakukan benchmark pengaturan kemasan pangan untuk perlindungan kesehatan masyarakat,” terang Ima.

Ima juga merekomendasikan Badan POM untuk melakukan perubahan terhadap Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Badan POM, Dra. Rita Endang mengatakan, Badan POM saat ini masih terus melakukan review standar dan peraturan bersama dengan pakar air, pakar polimer plastik, dan pakar keamanan pangan dan Kementerian/Lembaga terkait, termasuk standar kemasan dan label AMDK.

 Baca juga: Ternyata Label Kalori dalam Makanan Kemasan Tak Akurat hingga 20%

Menurut Rita Endang, Badan POM juga sedang menyusun policy brief pengkajian risiko BPA dalam AMDK yang meliputi, batas migrasi BPA pada Kemasan Galon Polikarbonat tetap 0,6 bpj.

“BPOM dalam menetapkan kebijakan dan regulasi mengedepankan perlindungan kesehatan masyarakat, dinamika regulasi negara lain dan mempertimbangkan Regulatory Impact Assesment (RIA) seperti kesiapan industri pangan serta dampak ekonomi,” terang Rita Endang.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini