Share

Cegah Kanker Serviks, Anak Perempuan Usia SD Akan Ikuti Imunisasi HPV

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 07 November 2021 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 07 481 2498028 cegah-kanker-serviks-anak-perempuan-usia-sd-akan-ikuti-imunisasi-hpv-WdiVp3WGCu.jpg Ilustrasi imunisasi HPV untuk anak perempuan usia sekolah dasar. (Foto: Shutterstock)

GUNA mencegah kanker serviks, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menerapkan strategi berupa promosi kesehatan, deteksi dini, perlindungan khusus, dan penanganan kasus. Salah satunya menerapkan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Human Papillomavirus (HPV) pada anak perempuan usia sekolah dasar (SD).

"Sampai saat ini DKI Jakarta senantiasa menggalakan implementasi program imunisasi HPV bagi siswa sekolah dasar melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk siswi kelas V dan VI SD. Total sasaran penerima 181.288 siswi di DKI Jakarta pada tahun 2021," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dr Widyastuti MKM, seperti dikutip dari Antara, Minggu (7/11/2021).

Baca juga: 9 Jenis Iritasi Kulit pada Bayi, Simak Juga Cara Mengatasinya 

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa penerima vaksin HPV usia 10 hingga 13 tahun dilakukan dua kali pemberian interval 6 sampai 12 bulan untuk mengurangi risiko kanker serviks dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh HPV.

"Layanan imunisasi bagi anak sekolah dasar di situasi pandemi diterapkan dengan protokol kesehatan yang ketat," jelasnya.

Ilustrasi imunisasi HPV untuk anak perempuan usia sekolah dasar. (Foto: Shutterstock)

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana SPd MPd mengatakan pihaknya mendukung program imunisasi di sekolah termasuk imunisasi HPV pada anak perempuan usia sekolah dasar, mengingat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di sekolah di DKI sudah mulai diberlakukan.

"Sebab, Dinas Pendidikan DKI Jakarta berkomitmen untuk senantiasa mengutamakan keselamatan anak sejak dini sebagai prioritas utama. Kami juga percaya bahwa anak harus mendapatkan hak 'well being' untuk mempersiapkan generasi tangguh dan hebat" katanya.

Baca juga: Paris Hilton Cantik dengan Midi Dress Putih, Anjing Kesayangannya Juga Pakai Brand Ternama 

Pihaknya juga mengimbau para orangtua untuk turut mendukung program tersebut dengan mendorong anak-anak mereka mendapatkan vaksinasi HPV sedini mungkin.

"Mereka adalah masa depan bangsa yang harus kita lindungi dan kita siapkan bukan hanya dari sisi akademik dan non-akademik, namun juga kesehatannya,” tambahnya.

Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kemenkes dr Prima Yosephine MKM mengatakan bahwa vaksin HPV merupakan salah satu vaksin wajib di beberapa daerah kabupaten/kota terpilih dan ditujukan untuk anak perempuan kelas V dan VI sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah atau sederajat.

Ia menyebutkan dibutuhkan edukasi yang berkelanjutan terhadap masyarakat luas, terutama orangtua dan generasi muda, bahwa vaksin HPV merupakan investasi kesehatan sebagai langkah perlindungan utama dari berbagai macam penyakit di masa depan yang diakibatkan virus HPV.

Baca juga: Ukuran Kaki Bisa Berubah Selama Pandemi Covid-19, Ini Penyebabnya 

"Vaksinasi adalah hak anak, dan menjadi kewajiban bagi orangtua untuk memberikan imunisasi kepada anak," ungkapnya.

Sesuai rekomendasi Satgas Imunisasi Anak dan Satgas Imunisasi Dewasa, vaksinasi HPV dapat memberikan manfaat dan perlindungan mulai dari usia 9 tahun hingga 55 tahun.

Baca juga: 6 Bahan Alami yang Ampuh Atasi Wajah Berminyak, Mudah Digunakan Lho 

Rekomendasi vaksinasi HPV juga sejalan dengan strategi global WHO untuk mengeliminasi kanker serviks dengan mencakup hingga 90 persen vaksinasi HPV, 70 persen cakupan skrining, dan 90 persen akses ke pengobatan terkait di semua.

Selain itu, vaksinasi HPV tidak hanya mencegah bahaya kanker serviks, tetapi juga penyakit terkait HPV lainnya, seperti beberapa penyakit kulit dan kelamin pada pria.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini