Share

Giliran Eropa dan AS Diterjang Gelombang Covid-19, Menkes: Vaksin Terbukti Tekan Angka Kematian

Muhammad Sukardi, Okezone · Selasa 09 November 2021 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 09 612 2498907 giliran-eropa-dan-as-diterjang-gelombang-covid-19-menkes-vaksin-terbukti-tekan-angka-kematian-16hHRuZlJK.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

GELOMBANG tinggi kasus Covid-19 mulai terjadi di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat (AS). Kenaikan positif Covid-19 ini tidak terlepas dari munculnya varian baru Covid-19.

Hal serupa juga terjadi di Indonesia, meskipun angkanya masih sangat kecil dan dalam batasan yang wajar. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut negara-negara yang konsisten mengalami kenaikan kasus positif Covid-19 tidak lepas karena adanya varian baru.

"Yang konsisten semuanya naik, mulai dari Israel, Amerika Serikat, Jepang, Eropa, itu varian Baru," kata Menkes Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI yang disiarkan virtual.

"Jadi, kenapa Indonesia duluan, karena datangnya dari India lalu mampir ke Indonesia. Itu yang di Singapura adalah sub-varian yang persis ada di Indonesia. Jadi, turunan dari Delta yang namanya AY.2.3. Itu yang mayoritas di Indonesia, lalu pindah ke Singapura, naik semua Singapura," tambahnya.

Di sisi lain, negara-negara yang mengalami lonjakan kasus sejatinya memiliki angka vaksinasi Covid-19 yang tinggi. Menjadi pertanyaan, apakah ini artinya vaksin tidak berfungsi?

"Vaksinasi bagaimana? Terbukti vaksinasi tidak melindungi penularan, karena semuanya naik. Israel saja yang sudah 81% dua dosis, Singapura 90% dua dosis, kasusnya (positif Covid-19) tetap naik," jelas dia.

Meski demikian, diterangkan Menkes, data-data yang diterima Kemenkes mengungkapkan bahwa negara-negara yang angka vaksinasinya tinggi menunjukan pasien dirawat di rumah sakit dan kematian rendah. "Artinya, vaksinasi terbukti melindungi masyarakat dari risiko dirawat di rumah sakit dan kematian," tambahnya.

Menkes Budi pun mengharapkan bahwa dari kejadian yang terjadi di negara-negara yang tengah mengalami lonjakan, vaksinasi menjadi salah satu target atau upaya yang akan difokuskan untuk menekan risiko kenaikan kasus.

"Dengan adanya perkiraan vaksinasi di Desember sudah mencapai 80%, suntikan pertama sudah memberikan proteksi sejatinya walau sedikit, apalagi AstraZeneca lebih tinggi. Jadi, diharapkan suntik satu Desember 80%, dua dosis 60%. Harusnya itu sudah memberikan proteksi yang cukup baik," kata Menkes.

"Kalau kita tetap kebablasan, di Februari 2022 dosis keduanya sudah 70%. Artinya, jika memang ada kenaikan kasus, yang masuk rumah sakit dan wafat itu rendah. Kelompok rentan adalah orangtua, sama seperti Singapura. Itu sebabnya kami mengejar kelompok lansia untuk divaksin lengkap," tambah Menkes.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini