Share

Amoksilin Diklaim Sembuhkan Covid-19 dalam Hitungan Jam, Begini Pesan Dokter Fajri

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Okezone · Selasa 09 November 2021 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 09 612 2498959 amoksilin-diklaim-sembuhkan-covid-19-dalam-hitungan-jam-begini-pesan-dokter-fajri-tHuStbtjwf.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

BANYAK masyarakat Indonesia masih abai menggunakan antibiotik. Padahal, antibiotik harus diminum hingga habis meskipun penyakit yang diderita nampak sudah membaik.

Selain itu, masih ada penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan fungsinya. Bahkan, beberapa waktu lalu beredar video di media sosial yang mengklaim bahwa antibiotik jenis amoksilin dapat menyembuhkan Covid-19 hanya dalam hitungan jam.

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Fajri Muhamad Adda'i menjelaskan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, Selasa (9/11/2021), bahwa informasi yang beredar tersebut tidak tepat atau hoax.

Umumnya antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri bukan infeksi virus. Sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan pemberian antibiotik amoksilin dapat membunuh virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, mempercepat penyembuhan, mengurangi angka kesakitan serta angka kematian terkait Covid-19.

Walaupun begitu sama seperti jenis antibiotik lainnya, antibiotik amoksilin dapat diberikan kepada pasien Covid-19 sesuai pemeriksaan, indikasi peresepan, dan pengawasan dokter. Jika didapatkan infeksi bakterial sekunder atau koinfeksi bakteri yang dapat mencapai sekira 20-25 persen pada pasien Covid-19.

Kalaupun ada infeksi sekunder ini, proses kerja antibiotik dalam membunuh bakteri memakan waktu 5-14 hari dan bukan dalam hitungan beberapa jam pasien dapat langsung sembuh.

Selain itu perlu diketahui bahwa pemberian dan penggunaan antibiotik tidak boleh sembarangan dilakukan oleh masyarakat umum tanpa pengawasan dokter. Sebab dapat menyebabkan bakteri resisten (kebal) terhadap antibiotik. Jika digunakan tidak sesuai dengan pedoman ilmiah yang berlaku.

Menurut penelitian diperkirakan pada 2050 akan ada 700 ribu orang meninggal setiap tahunnya karena resistensi antibiotik. Masalah resistensi pada antibiotik dapat menyebabkan kematian 10 juta orang setiap tahunnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini