Share

Viral Ajaran Agama Baru di Dunia, Kali Ini Menyembah Lobster

Calista Angelina, Jurnalis · Rabu 10 November 2021 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 09 612 2499084 viral-ajaran-agama-baru-di-dunia-kali-ini-menyembah-lobster-flACvSivjD.jpg Dewa Lobster. (Foto: Instagram)

KEBERAGAMAN budaya, agama, warna kulit, ras, dan lainnya memang terkadang membuat kita bingung. Bahkan, terkadang ada orang yang melakukan hal unik untuk membuat budaya baru.

Bukan hanya budaya, bahkan ada beberapa orang mencoba membuat kepercayaan dan agama baru. Seperti yang saat itu terjadi di India, yang membuat patung Dewi Corona seiring meledaknya kasus Covid-19 di negara tersebut. Nah terbaru ada yang menciptakan 'dewa lobster raksasa' sendiri.

Dilansir dari Unilad, mereka menamai dirinya sebagai Holy Order of the Claw, dengan logo seekor lobster. Dewa Lobster disembah dan dianggap sebagai agama yang menyambut siapapun dan di mana saja, dalam upaya menciptakan The Claw One, The Holy Shellfishness (kesatuan dan tidak egois).

Dewa Lobster

Dr. Horrible Jr (@fenscrazyfacts) dalam TikTok yang viral menyebut bahwa lobster tidak akan meninggal karena usia yang sudah tua. Bahkan, Lobster bisa bereinkarnasi menjadi lebih muda.

"Lobster tidak mati karena usia tua, dan jika memiliki kondisi dan cara yang sempurna saat berganti kulit, mereka secara teknis tidak memiliki batasan yang dapat mereka capai," katanya.

Meski demikian, pendapat tersebut memang tidak tepat lantaran Lobster tidak abadi, meskipun mereka memang memiliki masa hidup yang panjang. Lobster Eropa jantan hidup rata-rata 31 tahun dan 54 tahun untuk betina.

Namun, memang benar mereka akan menjadi besar jika berganti kulit. Menurut Majalah Smithsonian, lobster terbesar yang pernah tercatat memiliki berat 44 pon dan panjang 3,5 kaki.

Jadi, para pengikut Holy Order of the Claw berencana untuk menciptakan dewa mereka yang akan membantu seseorang dalam pertumbuhan dan keturunannya. Bahkan, para pengikut Ordo The Holy Claw membuat situs web resmi. Mereka juga membuat delapan 'Hukuman Suci' yang harus diikuti.

"Semua pengikut harus mendaur ulang dan bekerja untuk mengurangi polusi untuk menghormati dewa lobster," bunyi salah satu hukuman suci yang harus diikuti pengikutnya.

Tidak ada konsumsi tanpa upacara. Jika pengikutnya mengonsumsi lobster, maka harus menyisakan sepotong untuk Tuan mereka. Meski dipandang aneh dan menyimpang, kini ada 120.000 pengikut agama Dewa Lobster di Facebook Page.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini