Waspada Sebelum Beli Kosmetik, Kenali Bahaya Merkuri

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 10 November 2021 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 611 2499601 waspada-sebelum-beli-kosmetik-kenali-bahaya-merkuri-uzr1VMx3bY.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

PENJUALAN kosmetik bermerkuri masih sering terjadi di Indonesia. Tentunya produk tersebut sangat berbahaya bagi kulit manusia, terutama pada lapisan kulit wajah yang rentan dan sensitif. Sebagaimana diketahui merkuri adalah unsur kimia dengan symbol Hg dan berwarna putih (fase cair) atau abu-abu (fase padat) yang banyak ditemukan di kerak bumi.

Merangkum dari laman resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), @bpom_ri, Selasa (11/9/2021), merkuri merupakan racun yang tahan urai, dan dapat terakumulasi dalam tubuh. Selain itu merkuri juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kerusakan orang tubuh dan kanker.

Kosmetik Merkuri

Badan POM sendiri telah menerbitkan Peraturan Badan POM Nomor 12 Tahun 2019 tentang Cemaran dalam Kosmetika dan Peraturan Badan POM Nomor 23 Tahun 2019 tentang persyaratan Teknis Bahan Kosmetika. Oleh sebab itu penambahan merkuri pada produk kosmetika dilarang, tapi saat ini masih ditemukan kosmetika mengandung merkuri di pasaran.

Baca Juga : Deretan Produk Kecantikan Termahal, dari Pasta Gigi Rp1,4 Juta hingga Parfum Rp35 Juta

Baca Juga : 5 Cara Bersihkan Alat Kosmetik agar Wajah Bebas Jerawat

Hal ini terjadi karena masih ada demand atau permintaan kosmetika dengan efek instan memutihkan kulit. Untuk itu diperlukan pemutusan rantai supply merkuri pada produk kosmetika.

Adapun upaya pemutusan rantai supply merkuri dapat dilakukan dengan cara:

Merkuri

1. Koordinasi rutin implementasi Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN PPM) dengan Ditjen Bea dan Cukai, Bareskrim Polri, dan kementerian, lembaga, daerah terkait.

2. Koordinasi rutin dengan Ditjen Bea dan Cukai dan Bareskrim Polri dalam pengawasan pemasukan bahan kosmetika mengandung bahan dilarang seperti merkuri.

3. Pemeriksaan bersama sarana produksi dan distribusi serta penangkalan dan pencegahan terpadu dengan Kementerian Perdagangan dan Bareskrim Polri.

4. Penindakan dan penyidikan bersama dengan Kementerian Perdagangan, Ditjen Bea dan Cukai, dan Bareskrim Polri.

Selain itu Badan POM juga akan melakukan pengawasan post market terhadap kosmetika, baik yang diedarkan secara langsung di sarana distribusi maupun secara daring. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh untuk mengawal kosmetika agar tetap memenuhi persyaratan keamanan, kemanfaatan dan mutu.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini