Share

Dokter Fajri: PCR Boleh Murah Tapi Jangan Murahan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Okezone · Rabu 10 November 2021 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 612 2499577 dokter-fajri-pcr-boleh-murah-tapi-jangan-murahan-O7o5LvJUvC.jpg Tes PCR. (Foto: Okezone/Heru)

SETELAH pemerintah menurunkan harga PCR dan sempat mewajibkan PCR untuk perjalanan udara, timbul banyak pertanyaan pada masyarakat. Harga PCR yang dulunya jutaan, sekarang turun hingga Rp275 ribu di Pulau Jawa, dan Rp300 ribu di luar Jawa.

Tentu saja penurunan harga tes PCR ini menarik perhatian masyarakat. Tentu saja, layanan tes PCR dengan harga yang paling murah banyak diburu oleh masyarakat.

Menanggapi hal tersebut Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’I menjelaskan bahwa masyarakat harus paham dan mengerti mengenai manfaat tes PCR ini. Jangan sampai hanya mengutamakan masalah harga saja sehingga berpotensi mengabaikan kemanjurannya.

“Perlu diperhatikan bahwa PCR kan kemampuan genostik, alat untuk menemukan suatu penyakit atau virus sebagai penyebab penyakit. Ketika harganya murah atau perlu dipress atau lain sebagainya dan tidak diiringi dengan kajian yang tepat bisa jadi nanti kualitasnya berkurang,” terang dr. Fajri, kepada MNC Portal, Rabu (10/11/2021).

Penurunan harga yang murah tanpa kajian yang benar dikhawatirkan berpotensi menurunkan kualitas alat, pemeriksaan, maupun maintenancenya. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk meminta keterangan tentang isu PCR ini kepada pembuat regulator dan otoritas yang mengawasi dan membina. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan tes ini dapat berjalan dengan baik.

“Murah boleh tapi jangan murahan dan jangan abal-abal. Harus tetap valid dan reliable. Valid itu adalah tepat sesuai dengan kondisi aslinya sementara reliable itu ketika diulang memiliki hasil yang sama. Itu adalah tanda ciri alat diagnostic test yang baik,” tuntasnya.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

Sekadar informasi, Direktorat Jenderal Hubungan Darat Kementerian Perhubungan resmi membatalkan aturan wajib tes negatif antigen/PCR per 250 km perjalanan atau dalam kurun waktu empat jam. Kini ada aturan baru untuk syarat perjalanan orang menggunakan transportasi darat dan penyeberangan, yang diatur dalam SE terbaru Nomor 94/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri.

Pelaku perjalanan jarak jauh yang menggunakan kendaraan pribadi, angkutan umum, dan angkutan penyeberangan dalam dan luar Jawa - Bali, dengan kategori PPKM level 3,level 2, dan level 1, wajib menunjukkan hasil tes Antigen maksimal 1x24 jam dan kartu vaksin minimal dosis pertama. Hasil tes dan kartu vaksin harus ditunjukkan sebelum keberangkatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan ketentuan itu sudah sesuai dengan Inmendagri 57/2021 dan SE Satgas Covid - 19 Nomor 22 Tahun 2021.

Pembatasan jumlah penumpang kendaraan pribadi, kendaraan umum, serta kapal sungai, danau, dan penyeberangan juga berlaku maksimal 70 persen dari kapasitas tempat duduk bagi daerah PPKM Level 3 dan PPKM Level 2.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini