Sosok Ayah Tentukan Bakal Tentukan Sikap Anak di Masa Depan Loh

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 13 November 2021 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 13 612 2501306 sosok-ayah-tentukan-bakal-tentukan-sikap-anak-di-masa-depan-loh-qOmfn1t9xM.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERAN ayah dalam tumbuh kembang seorang anak memang sangat dibutuhkan. Bahkan, kedekatan antara ayah dan anak tidak hanya berdampak terhadap psikologis, melainkan pada pemilihan pasangan di masa depan.

Psikolog klinis dewasa Muthmainah Mufidah dari Universitas Indonesia mengatakan, kedekatan tersebut akan memberikan dampak pada hubungan asmara sang anak di masa depan.

"Secara psikologis, anak yang memiliki kedekatan dengan ayah secara umum cenderung lebih merasa dicintai, lebih berharga, memiliki keterampilan sosial yang lebih baik, dan lebih mampu mengelola emosi dalam hubungan romantis ke depannya," ungkap Mufidah seperti dilansir dari Antara.

Anak

Lebih lanjut Mufidah menjelaskan, terdapat perbedaan psikologis antara anak yang dekat dengan figur ayah dan yang tidak. Dalam masalah yang sering dia temui, anak yang tidak dekat dengan sosok ayah akan memiliki masalah dengan hubungan percintaannya.

"Hal yang saya temukan biasanya adalah ada masalah dengan hubungan romantisnya. Baik dalam pemilihan pasangan atau pun cara berinteraksinya. Masalah terkait kedisiplinan dan aturan juga umum terjadi. Dan ini keduanya ya anak perempuan mau pun anak laki-laki," jelas Mufidah.

Mufidah berpesan kepada para ayah di Indonesia untuk memperbanyak interaksi yang berkualitas bersama anak sejak dini. Sebab, anak bertumbuh dengan cepat.

"Pesannya perbanyak interaksi berkualitas bersama anak. Mereka tumbuh dengan cepat. Manfaatkan waktu untuk memberikan kasih sayang tanpa syarat agar anak tumbuh secara sehat mental," ujar Mufidah.

Mufidah juga berpesan kepada seluruh orang tua agar berdamai dengan masa lalu. Hal ini bertujuan agar anak-anak dapat tumbuh menjadi sosok yang lebih baik dibandingkan dengan orang tuanya.

"Jika ada hal-hal dari orang tua kita dahulu yang tidak kita sukai pola asuhnya, kita bisa mulai memutus rantai tersebut, agar anak bisa tumbuh jadi lebih baik daripada kita (orang tua)," tutup Mufidah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini