Share

Diabetes Tak Boleh Dianggap Sebagai Penyakit Ringan

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 13 November 2021 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 13 612 2501314 diabetes-tak-boleh-dianggap-sebagai-penyakit-ringan-h2RRygwOFw.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DISEBUT induk dari segala penyakit, diabetes memang masih mencatatkan penyebab kematian nomor tiga di dunia. Apalagi, diabetes memang tidak bisa diobati dan orang yang terkena diabetes harus hidup dengan penyakit itu selamanya.

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD mengatakan diabetes bukanlah penyakit yang ringan, melainkan penyakit yang mematikan atau penyakit katastrofik. Menurut Ketut, pandemi Covid-19 mengharuskan penyandang diabetes membutuhkan pelayanan kesehatan yang optimal untuk mengontrol gula darah mereka.

“Apalagi, saat ini kita masih masa pandemi. Covid-19 sendiri merupakan penyakit yang lebih sering menyerang pasien diabetes, sehingga mereka diwajibkan dan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin karena dapat mencegah infeksi akibat terpapar Covid-19 dan mencegah penyakit menjadi lebih parah,” lanjut Ketut.

Diabetes

Senada dengan Prof. Ketut, Ketua PB Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Dr. dr. Sony Wibisono, Sp.PD-KEMD, FINASIM juga menegaskan penyandang diabetes sangat rentan terkena infeksi virus.

‘‘Kerentanan ini dapat dicegah dengan menjaga protokol kesehatan secara disiplin dan menjaga kondisi kesehatan. Maka dari itu penyandang diabetes berhak mendapat dukungan, tidak hanya dari diri sendiri, tetapi juga dari edukator, keluarga, dokter, dan elemen lainnya,” ujar Sony.

Selain itu, Sony juga menekankan pada pentingnya penanganan diabetes yang tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi. “Diet 3J yaitu jumlah kalori yang dikonsumsi tiap hari, jadwal makan, dan jenis makanan yang dikonsumsi perlu terus diperhatikan oleh penyandang diabetes," ujar Sony.

Sony juga menambahkan bahwa penyandang diabetes juga harus olahraga 30 menit sehari, terapi obat minum dan suntik, serta mendapatkan penyuluhan yang memadai.

Berdasarkan data International Diabetes Federation tahun 2020, jumlah penyandang diabetes terus meningkat di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia. Prevalensi diabetes di Indonesia masih mencapai 6,2 persen dengan 10.681.400 kasus.

Bahkan, menurut penelitian terbaru yang dilakukan tim penanggulangan Covid-19 di Indonesia, angka kematian pada pasien diabetes yang terinfeksi Covid-19 lebih tinggi 8,3 kali lipat daripada masyarakat yang tidak menyandang diabetes.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini