82% Persen Masyarakat Indonesia Bingung Cari Informasi Bahaya Diabetes

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 15 November 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 481 2501893 82-persen-masyarakat-indonesia-bingung-cari-informasi-bahaya-diabetes-LKQ2cwNjvb.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

BERDASARKAN survei terbaru yang dilakukan MERCK dalam rangka Hari Diabetes Sedunia 2021 yang jatuh pada Minggu 14 November 2021, perubahan gaya hidup di Indonesia selama pandemi dapat mengurangi bahkan meningkatkan risiko terhadap diabetes.

Sebagaimana diketahui, lebih dari 460 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes dan prediabetes yang sebenarnya dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup. Survei telah dilakukan pada 10-27 September 2021 dengan melibatkan 8.000 orang dewasa di Indonesia, Brasil, Meksiko, Rusia, Cina, Vietnam, Portugal dan Uni Emirat Arab.

Survei ini mengungkapkan bahwa responden di Indonesia telah menerapkan perubahan gaya hidup yang dapat mengurangi atau bahkan meningkatkan risiko terhadap diabetes. Salah satu penyebab terbesarnya adalah semakin banyaknya waktu luang di rumah.

Diabetes

Banyak responden mengatakan bahwa mereka melakukan perubahan yang lebih sehat, seperti 51 persen lebih banyak makan buah dan sayuran dan 40 persen semakin sering berolahraga selama pandemi Covid-19.

Baca Juga : Diabetes Induk Penyakit Tidak Menular, Waspadalah!

Namun, tidak sedikit pula responden yang lebih sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula (13%) dan semakin jarang berolahraga (19%). Padahal, dari survei tersebut juga terungkap bahwa sebanyak 68 persen orang di Indonesia percaya bahwa perubahan gaya hidup dapat mengurangi risiko terhadap diabetes.

Baca Juga : Pasien Diabetes, Begini Cara Mudah Kontrol Gula Darah

Sementara 73 persen responden menyadari bahwa asupan makanan tinggi gula memainkan peran utama dalam menyebabkan diabetes. Selain itu 82 persen responden di Indonesia tidak tahu harus bertanya kepada siapa atau mengakses sumber informasi yang dapat diperpercaya tentang risiko diabetes.

Hasil survei juga menunjukkan 67 persen masyarakat akan mencoba mengakses informasi terpercaya tentang faktor risiko diabetes di internet. Sebesar 31 persen diantaranya akan mengakses informasi melalui media sosial.

Sebanyak 21 persen masyarakat akan menggunakan program TV dan 35 persen responden berbicara dengan keluarga atau teman untuk mencari informasi tentang diabetes.

Dokter Penyakit Dalam (Internist), dr. Laurentius Aswin Pramono, M.Epid, SpPD, menjelaskan pemahaman mengenai diabetes untuk masyarakat sangatlah penting. Ia pun mencoba memberikan sedikit informasi seputar diabetes yang sangat rentan dialami masyarakat saat ini.

"Prediabetes merupakan kondisi gula darah yang tinggi, namun belum sampai menyentuh kriteria diagnosis diabetes. Namun, tidak banyak orang yang menyadari kondisi prediabetes, karena memang gejalanya yang minim sampai kemudian berkembang menjadi diabetes dan menimbulkan komplikasi," kata dr. Aswin, dalam siaran pers yang diterima MNC Portal, Senin (15/11/2021).

Lebih lanjut, dr. Aswin mengatakan untuk mencegah terjadinya diabetes, maka sangat direkomendasikan untuk rutin berolahraga setidaknya 150 menit tiap minggu. Atau setidaknya 30 menit setiap hari selama 5 hari dalam seminggu.

"Olahraga yang dilakukan misalnya berjalan kaki, naik sepeda, atau berenang. Usaha lainnya dalam mengobati prediabetes adalah berusaha mengubah pola makan dengan diet yang bergizi seimbang dan mengelola stres. Untuk itu, kampanye yang dapat mendorong perubahan gaya hidup akan sangat diperlukan untuk membantu mengedukasi masyarakat," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini