Share

Ketua Perkeni Jelaskan Pentingnya Deteksi Diabetes sejak Dini

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 15 November 2021 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 481 2502003 ketua-perkeni-jelaskan-pentingnya-deteksi-diabetes-sejak-dini-cXHwMe9zOE.jpg Diabetes (Foto: Medical news today)

BERDASARKAN data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2007, 2013, 2018 menemukan bahwa angka prediabetes di Indonesia selalu berjumlah tiga kali dari angka diabetes.

Hal yang sama juga terjadi pada kasus obesitas yang merupakan cikal bakal penyakit kencing manis.

 diabetes

Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), dr. Tri Juli Edi Tarigan Sp.PD-KEMD, menjelaskan jika hal tersebut didiamkan begitu saja, maka diperkirakan 1/3 dari jumlah kasus prediabetes atau obesitas akan menjadi diabetes dalam waktu lima tahun, 1/3 nya akan tetap menjadi prediabetes, dan 1/3 nya bisa kembali normal.

"Prediabetes ini sebenarnya adalah waktu yang terbaik seseorang untuk mencegah agar tidak terjadi diabetes. Sebab masih ada harapan untuk bisa kembali menjadi normal. Prediabetes harus sejak dini menjadi case finding, temuan, atau awareness semua dokter dan juga masyarakat umum," kata dr. Tri, dalam sesi jumpa pers di channel YouTube Kemenkes, Senin (15/11/2021).

Orang yang memiliki faktor risiko seperti genetik, lifestyle, dan faktor lingkungan harus bersama-sama mencari atau menemukan secara dini prediabetes. Jangan sampai ketika sudah kencing manis baru ketahuan. Sebab kencing manis saja banyak yang tidak ketahuan, terlebih prediebetes.

Sebagaimana diketahui, diabetes melitus atau biasa disebut kencing manis adalah suatu keadaan yang ditandai dengan kadar gula darah yang lebih dari angka normal. Seseorang kencing manis jika kadar gula darah puasa: >126 mg/dl (puasa adalah kondisi tidak ada asupan kalori minimal 8 jam). Gula darah sewaktu: >209 mg/dl + Gejala.

"Diabetes itu terjadi karena kadar gula tinggi berkepanjangan. Kalau glukosa tinggi berkepanjangan, maka akan merusak pembuluh darah, mulai dari yang kecil, sedang, maupun besar di semua tubuh manusia. Makanya komplikasi kencing manis bisa dari ujung rambut sampai ujung kaki," lanjutnya.

 Baca juga: Pasien Diabetes, Begini Cara Mudah Kontrol Gula Darah

Adapun pembuluh darah besar meliputi jantung, otak, kaki, maupun pembuluh darah kecil seperti pada mata, ginjal, dan sebaginya. Oleh sebab itu, informasi inilah yang harus dipahami publik, bahwa masyarakat harus sesekali mengecek gula darah secara berkala. Terutama bagi yang sudah berusia, atau yang memiliki faktor risiko.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini