Waspada! Tidur di Atas Jam 11 Malam Berisiko Penyakit Liver hingga Gagal Jantung

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 15 November 2021 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 481 2502017 waspada-tidur-di-atas-jam-11-malam-berisiko-penyakit-liver-hingga-gagal-jantung-XF0hBWlf5b.jpeg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

VIDEO TikTok yang memperlihatkan seorang pria menjelaskan dampak buruk tidur jam 11 malam lewat viral. Di video tersebut, si pria mengatakan kalau tidur lewat dari jam 11 malam bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan.

"Orang yang tidur di atas jam 11 malam, akan terganggu fungsi livernya. Di mana, liver kita memiliki banyak fungsi, ada 500 fungsi liver. Liver akan rusak kalau kita tidur di atas jam 11 malam," papar si pria yang tidak diketahui identitasnya tersebut.

Kurang Tidur

Ia melanjutkan, karena ada kerusakan liver, ini meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes. "Artinya, orang yang tidurnya larut malam, di atas jam 11 malam, meningkatkan risiko diabetes juga," katanya.

"Jadi, batasan tidur baiknya jam berapa? Jam 11 malam sudah tidur pulas, sehingga kalau bisa sudah tidur itu pukul 10 malam atau 10.30 malam," tambah si pria di video TikTok yang viral tersebut.

Baca Juga : Ketahui 7 Bahaya Kurang Tidur dan Cara Mengatasinya

Baca Juga : Waspada 6 Bahaya Kurang Tidur Selama Pandemi Covid-19

Menjadi pertanyaan sekarang, apakah informasi yang disampaikan si pria itu benar dari kacamata medis?

Dikutip dari laman The Print, penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Medis Sleep Medicine menerangkan bahwa orang yang tidur terlalu larut, di atas jam 10 malam, meningkatkan risiko 10 kali lipat penyakit kardiovaskular.

Studi dilakukan selama 9,2 tahun, mencarat kebiasaan tidur dari 112.198 peserta dari 21 negara. Peneliti mencatat data berupa waktu kebiasaan tidur yang dilaporkan peserta.

Hasil analisis ditemukan bahwa ada kaitan antara tidur larut dengan risiko stroke, gagal jantung, dan kematian. Diketahui juga bahwa orang yang tidur di atas jam 10 malam mengalami kematian sebanyak 5.633 dan 5.346 kasus kardiovaskular selama penelitian dilakukan.

Penelitian ini dilakukan oleh 23 ilmuwan, termasuk di antaranya dr V. Mohan seorang kepala diabetologi di Pusat Spesialisasi Diabetes Dr Mohan di Chennai, lalu dr Khalid F. Alhabib dari Eternal Heart Care Center and Research Institute di Jaipur, dan dr Biju Soman dari Stee Chitra Tirunal Institute for Medical Sciences and Technology di Thiruvananthapuram.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini