Share

Ternyata Ini Pekerjaan Paling Berbahaya di Amerika Serikat

Calista Angelina, Jurnalis · Selasa 16 November 2021 02:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 612 2502248 ternyata-ini-pekerjaan-paling-berbahaya-di-amerika-serikat-4ZWFnlS3iV.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SETIAP pekerjaan memang memiliki risiko tersendiri, tidak jarang risikonya pun berhadapan dengan bertaruh nyawa. Ya, banyak pekerjaan yang memaksa seseorang ekstra waspada dan memakai perlengkapan ekstra, seperti mereka yang bekerja di ketinggian atau berisiko dengan bahan-bahan kimia.

Lantas, pekerjaan apa yang paling berbahaya di Amerika Serikat? Dilansir dari Unilad, Census of Fatal Occupational Injuries (CFOI) mencatat ada sekira 5.333 kasus cedera fatal di AS pada tahun 2019, naik 2% dari tahun sebelumnya sebesar 5.250.

Hasilnya, 1 dari setiap 5 pekerja yang sering mengalami luka parah adalah sopir, sopir kendaraan umum atau sopir truk, dengan insiden transportasi meningkat 2% pada tahun 2019 menjadi 2.122 kasus.

Dalam artikel New Statesman, posisi selanjutnya yang dianggap secara statistik juga paling berbahaya di AS dipegang oleh orang yang paling berkuasa yaitu Presiden Amerika Serikat. Hal ini sejalan dengan survei yang ditulis oleh Forbes beberapa tahun sebelumnya dengan judul ‘Pekerjaan Paling Mematikan Amerika’ berdasarkan data sensus.

Obama

New Statesman juga mencatat pekerjaan yang berisiko mengalami cedera fatal lainnya di Amerika Serikat, yaitu pilot (53,4 kematian untuk setiap 100.000 pekerja per tahun), nelayan (117 kematian) dan penebang pohon (127,8 kematian).

Sementara Jonn Elledge dari New Statesman melaporkan bahwa dari 43 pria yang menduduki Oval Office pada 2016 (kantor resmi Presiden Amerika Serikat), Grover Cleveland menjabat selama dua periode yang tidak berurutan. Ia telah tercatat dalam sejarah sebagai Presiden Amerika ke-22 dan ke-24 (sementara delapan lainnya meninggal saat menjabat).

Pada tahun 2016, saat Presiden Barack Obama masih berada di Gedung Putih maka seorang presiden AS memiliki persentase mengkhawatirkan 18,6% tidak dapat mengakhiri jabatannya hidup-hidup. Kemudian pada tahun 2021, persentase untuk Presiden Donald Trump dan Presiden Joe Biden masih cukup tinggi, yaitu berada di 17,78%.

Di antara delapan Presiden yang meninggal saat bertugas, empat Presiden dibunuh. Presiden Abraham Lincoln sempat menghebohkan dunia atas kasus penembakan yang dialaminya. Ia ditembak saat menghadiri teater pada tahun 1865. Diketahui penembaknya adalah simpatisan konfederasi John Wilkes Booth.

Di sisi lain, Presiden AS ke-20 James Garfield juga meninggal setelah ditembak di stasiun kereta oleh Charles Guiteau, seorang penulis dan pengacara. Ia meninggal setelah beberapa bulan menjabat di tahun 1881. Kasus penembakan terhadap Presiden tidak berakhir di situ, di tahun 1901 Presiden AS ke-25 William McKinley meninggal setelah ditembak dua kali oleh anarkis Leon Czolgosz.

Kasus terakhir, Presiden AS ke-35 John F. Kennedy ditembak oleh mantan Marinir, Lee Harvey pada tahun 1963 ketika melakukan iring-iringan mobil melalui pusat kota Dallas.

Empat orang Presiden lainnya juga meninggal karena penyakit. Presiden AS ke-9 William Henry Harrison meninggal setelah 31 hari pelantikannya pada tahun 1841 karena pneumonia. Presiden AS ke-12 Zachary Taylor meninggal pada tahun 1850 karena penyakit gastroentitis akut.

Sementara Presiden AS ke-29 Warren G. Harding meninggal akibat serangan jantung dan Presiden AS ke-32 Franklin D. Roosevelt meninggal pada tahun 1945 akibat stroke. Itulah mengapa profesi Presiden Amerika Serikat dinyatakan sebagai profesi mematikan dan paling berbahaya yang dicatat secara statistik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini