Share

Diabetes Bukan Penyakit Ringan, Perlu Perhatian di Tengah Pandemi

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 16 November 2021 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 481 2502615 diabetes-bukan-penyakit-ringan-perlu-perhatian-di-tengah-pandemi-Qtz2OA22Oz.jpg Diabetes (Foto: Medical news today)

PENDERITA diabetes terus meningkat di berbagai negara, salah satunya di Indonesia. Prevalensi diabetes di Indonesia masih mencapai 6,2% dengan 10.681.400 kasus.

Bahkan, menurut penelitian terbaru yang dilakukan tim penanggulangan Covid-19 di Indonesia, angka kematian pada pasien diabetes yang terinfeksi Covid-19 lebih tinggi 8,3 kali lipat daripada masyarakat yang tidak terkena diabetes.

 diabetes

Kondisi pandemi dengan berbagai pembatasan aktivitas membuat kegiatan penanganan diabetes secara kolektif yang biasa dipusatkan di rumah sakit mengalami hambatan. Selain itu, kondisi diabetesi yang ada di rumah saja membuat mereka lebih sulit mengontrol gula darah dan menjaga pola makan.

Fluktuasi level gula darah bisa mengakibatkan imunitas tubuh menjadi lemah dan mudah terpapar virus. Oleh karena itu, penting sekali untuk mencegah risiko komplikasi Covid-19 pada diabetesi dan menurunkan angka kematiannya.

Ketua Umum PERKENI Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD memaparkan, kematian akibat diabetes menjadi penyebab kematian nomor 3 di dunia, sehingga penyakit diabetes membutuhkan perhatian dari seluruh elemen masyarakat.

“Diabetes adalah bukan penyakit yang ringan, namun penyakit yang mematikan atau penyakit katastrofik,” ujar Prof. Ketut.

Kondisi di tengah pandemi Covid-19 menurut Prof. Ketut mengharuskan penderita diabetes membutuhkan pelayanan kesehatan yang optimal untuk mengontrol gula darah mereka.

“Apalagi, saat ini kita masih masa pandemi. Covid-19 sendiri merupakan penyakit yang lebih sering menyerang pasien diabetes, sehingga mereka diwajibkan dan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin karena dapat mencegah infeksi akibat terpapar Covid-19 dan mencegah penyakit menjadi lebih parah,” lanjutnya.

Ketua PB PERSADIA Dr. dr. Sony Wibisono, Sp.PD-KEMD, FINASIM menambahkan, pasien diabetes sangat rentan terkena infeksi virus. Kerentanan ini dapat dicegah dengan menjaga protokol kesehatan secara disiplin dan menjaga kondisi kesehatan.

 Baca juga: Kapan Seseorang Dikatakan Terkena Diabetes?

Oleh karena itu, terang Dokter Sony, pasien diabetes berhak mendapat dukungan, tidak hanya dari diri sendiri, tetapi juga dari edukator, keluarga, dokter, dan elemen lainnya. Ia juga menyarankan pasien diabetes untuk diet 3J yaitu jumlah kalori yang dikonsumsi tiap hari, jadwal makan, dan jenis makanan yang dikonsumsi perlu terus diperhatikan oleh penyandang diabetes.

"Bukan hanya itu, penyandang diabetes juga harus olahraga 30 menit sehari, terapi obat minum dan suntik, serta mendapatkan penyuluhan yang memadai," kata Dokter Sony.

Director of Special Needs and Healthy Lifestyle Nutrition Kalbe Nutritionals Tunghadi Indra menambahkan, dalam dua tahun terakhir ini, selain prevalensi diabetes yang masih terus meningkat, kondisi pandemi juga menjadi tantangan khusus bagi para penderita diabetes. Hal ini dikarenakan bertambah sulitnya melakukan pengawasan terhadap gula darah akibat berbagai pembatasan sosial.

Maka dari itu, diperlukan komitmen pasien diabetes dan semua pihak untuk selalu memperhatikan pasien diabetes, terutama saat pandemi. Mereka juga perlu disiplin dalam dietnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini