Muncul Nyeri Dada Usai Operasi Jantung? Segera ke Dokter!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 16 November 2021 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 481 2502657 muncul-nyeri-dada-usai-operasi-jantung-segera-ke-dokter-06FzChiOFh.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

TINDKAN operasi jantung menyimpan risiko komplikasi. Ya, mereka yang pernah jalani operasi jantung punya risiko akan jalani operasi ulang di kemudian hari.

Meski begitu, tidak ada yang bisa memastikan kapan operasi ulang harus dilakukan. Itu semua kembali kepada bagaimana pasien menjaga kualitas hidupnya pasca operasi jantung.

Namun, sebagai orang yang pernah jalani operasi jantung, Dokter Spesialis Bedah Jantung, Toraks, dan Vaskular Heartology Cardiovascular Center, dr Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV(K), menyarankan agar selalu sadar akan kondisi tubuh.

Nyeri Dada

"Artinya, ketika muncul gejala-gejala yang kurang nyaman pasca operasi jantung, ada baiknya segera hubungi dokter jantung Anda," katanya dalam webinar kesehatan, Senin (15/11/2021).

Baca Juga : Penjelasan Dokter Penyebab Operasi Katup Jantung Berisiko Diulang

Dokter Dicky menjelaskan, pada dasarnya masalah jantung itu hanya memiliki 3 gejala yaitu sakit dada, sesak napas, dan jantung berdebar-debar. Tapi, ada juga kasus pasien jantung dengan gejala asimptomatik atau tanpa gejala.

"Itu kenapa, satu sampai tiga bulan pasca operasi kami para dokter jantung selalu sarankan kepada pasien untuk konsultasi kembali ke dokter. Kami akan evaluasi ulang bagaimana kondisi pasca operasi," terangnya.

Baca Juga : Mengenal Operasi Bentall, Tindakan Medis Tersulit pada Pasien Gangguan Aorta

Nah, jika memang muncul gejala masalah jantung pasca operasi, seperti nyeri dada, sesak napas, atau jantung berdebar, dokter bisa kemudian memberikan saran kepada pasien untuk jalani operasi ulang. Ini dilakukan apabila memang gejala yang muncul mengartikan masalah serius di jantung pasien.

"Jadi, setelah evaluasi lengkap sesuai dengan hasil konsultasi dan pemeriksaan penunjang, ditemukan masalah jantung lanjutan, terlebih adanya komplikasi pada jantung pasca operasi, kami bisa lakukan operasi ulang ke pasien untuk mengatasi masalah berikutnya," papar dr Dicky.

Dokter Dicky pun coba memberikan satu contoh kasus pasien yang ditanganinya. Jadi, pasien berjenis kelamin perempuan berusia 41 tahun. Kembali datang ke dokter jantung karena penurunan kondisi pasca operasi jantung 1 tahun sebelumnya.

"Keluhan yang dilaporkan nyeri dada, gagal jantung, dan gangguan ritme, serta riwayat penggantian katup 3 tahun yang lalu. Dilakukan CT Scan dan Echo, hasilnya ada robekan pada aorta dan kerusakan pada katup," ungkap dr Dicky.

"Karena ada masalah tersebut, kami memutuskan untuk dilakukannya urgent redo valve replacement dan rekonstruksi aorta (mod.bentall). Perawatan dilakukan di ICU selama 2 hari dan HCU 1 hari. Pasien pulang dengan POD 6. Kontrol 1 bulan pasca operasi dilaporkan pasien kondisinya baik, tidak ada keluhan, dan mampu beraktivitas seperti sebelumnya," tambah dr Dicky.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini