Pasien Wisma Atlet Kembali Bertambah, Kasus Rawat Inap Covid-19 Naik di 43Kab/Kota

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 481 2503076 pasien-wisma-atlet-kembali-bertambah-kasus-rawat-inap-covid-19-naik-di-43kab-kota-nAl6kzMIp9.jpeg Wisma Atlet (Foto: Okezone)

KASUS Covid-19 di Indonesia kembali menunjukkan tren kurang baik. Hal itu disampaikan oleh Prof. Wiku Adisasmito, selaku Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19. 

Kasus Covid-19 skala nasional mengalami peningkatan hingga 29 persen. Tercatat ada 37 Kabupaten/Kota di Jawa dan Bali yang mengalami peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya, dengan Jawa Tengah yang tertinggi.

“Paling banyak di Jawa Tengah yakni 14 Kabupaten/Kota, Jawa Timur 12 Kabupaten/Kota dan Jawa Barat ada 8 Kabupaten/Kota,” kata Prof. Wiku dalam siaran langsung Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Selasa (16/11/2021).

Prof Wiku

Kenaikan angka kasus positif Covid-19 ini dibarengi dengan jumlah orang yang dirawat di rumah sakit, terjadi di sebanyak 43 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dengan urutan yang sama, Jawa Tengah sebagai yang tertinggi lalu disusul Jawa Timur dan Jawa Barat.

Prof Wiku menambahkan, kenaikan ini juga terlihat di Wisma Atlet, Jakarta selama sepekan terakhir ini.

“Peningkatan ini juga kelihatan di Wisma Atlet selama seminggu terakhir. Meningkat secara konsisten, di angka 203 hingga 273 orang. Padahal sebelumnya, keterisian tempat tidur di rumah sakit ini berhasil ditekan hingga 209,” tambahnya.

Baca Juga : Dubes Singapura: Mereka yang Menolak Divaksin Covid-19 kalau Kena Tak Ditanggung Negara

Baca Juga : Perokok Berisiko 2,5 Kali Lebih Tinggi Meninggal Akibat Covid-19

Sayangnya, peningkatan angka kasus positif dan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit ini tidak dibarengi dengan laju vaksinasi. Sebab, seminggu terakhir justru laju vaksinasi mengalami penurunan.

“Laju vaksinasi alami penurunan selama sepekan terakhir, terutama vaksin Sinovac. Enggak dibarengi dengan peningkatan vaksin merek lain, seperti AstraZeneca, Moderna dan Pfizer,” pungkas Prof. Wiku

Padahal, cakupan vaksinasi ini jadi hal yang sangat penting sebagai modal menghadapi lonjakan kasus. Laju cakupan vaksinasi Covid-19 harus terus digenjot, sebelum datangnya hantaman gelombang ketiga.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini