Pentingnya Membangun Budaya Riset dan Penelitian di Bidang Kesehatan

Antara, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 481 2503173 pentingnya-membangun-budaya-riset-dan-penelitian-di-bidang-kesehatan-uoFDHcdstU.jpg Riset dan penelitian (Foto: Shutterstock)

TAHUN ini Medical Innovation and Research Award in Health 2021 digelar perdana. Tujuan untuk mengembangkan iklim riset dan penelitian bagi dokter dan mahasiswa kedokteran di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini Kementerian Kesehatan telah menerapkan 6 pilar transformasi, di mana salah satu pilar layanan primer adalah kampanye promosi kesehatan. Kolaborasi dari berbagai pihak mutlak diperlukan, dalam rangka promosi kesehatan dan mempercepat pencapaian target pembagunan kesehatan di Indonesia.

 Menkes

"Tak kalah penting adalah pengendalian faktor risiko penyakit, yang tentu erat kaitannya dengan peran riset dan inovasi. Saya sangat mengapresiasi adanya penghargaan Indonesia Medical Innovation Research in Health 2021. Semoga acara ini semakin memantapkan komitmen untuk mencapai Indonesia emas 2045, sehingga Bangsa Indonesia dapat meraih derajat kesehatan yang setinggi-tingginya,” ujarnya belum lama ini.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Dr. Daeng M. Faqih, SH., MH menambahkan, menumbuhkan iklim penelitian di bidang kesehatan sangat penting. Apalagi saat ini, jumlah peneliti kesehatan di Indonesia masih tergolong rendah.

"Padahal, berbagai riset dan penelitian di bidang kesehatan tentu sangatlah dibutuhkan, mengingat sebuah kebijakan akan tepat diputuskan jika didasari atas suatu penelitian. Inilah mengapa, kami berupaya untuk membangun budaya riset dan penelitian terkait kesehatan di tengah para dokter dan mahasiswa kedokteran di Indonesia, agar kelak tercipta berbagai inovasi bermanfaat, sebagai modal penting memasuki era transformasi kesehatan,” ujar Dokter Daeng.

Baca juga: HKN 2021, Pandemi Tak Boleh Buat Inovasi Bidang Kesehatan Kendur

Direktur Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia dr. Marhaen Hardjo M. Biomed., PhD menambahkan, sebanyak 79 proposal penelitian dan karya tulis ilmiah diajukan, dengan membahas beragam ide terkait inovasi kesehatan. Mulai dari pengaruh pemberian prebiotik terhadap penderita skizofrenia, efektivitas sambiloto sebagai antiinflamasi, hingga penelitian terkait efektivitas obat kumur terhadap mutasi Virus Sars-Cov-2.

Ainul Yaqin, Direktur Beauty and Personal Care Unilever Indonesia mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk mendampingi serta membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan strategi besar guna memberi manfaat kepada masyarakat, mendukung target transformasi kesehatan yang diusung Kementerian Kesehatan. "Kami berkolaborasi dengan Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia menginisiasi program ini, yang bertujuan untuk mendorong dan mengembangkan iklim penelitian dan inovasi kesehatan bagi dokter di Indonesia, termasuk pencegahan dan pengendalian Covid-19.”

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini