Share

Benarkah Obat Diabetes Bisa Sebabkan Ginjal Bermasalah?

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 612 2503342 benarkah-obat-diabetes-bisa-sebabkan-ginjal-bermasalah-oKq0i2yUwx.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PARA penderita diabetes memang harus menjalani pengobatan terus menerus. Tidak heran banyak dari mereka yang akhirnya takut mengonsumsi obat, lantaran tidak ingin ginjal mereka rusak.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof. DR. dr. Sidartawan, SpPD-KEMD, FINASIM hingga saat ini pasien diabetes yang berkonsultasi pada dokter kerap menyatakan ketakutan mereka pada obat.

Dia tak menampik memang ada obat-obatan tertentu yang tidak bisa dikonsumsi pasien bila ginjalnya bermasalah. Oleh karena itu, dokter biasanya akan memeriksa kondisi keseluruhan organ pasien seperti jantung dan ginjalnya untuk menentukan obat yang sebaiknya diberikan.

Obat Diabetes

"Tergantung fungsi ginjal, ada obat yang boleh diberi dan tidak boleh diberi," kata dia dalam media gathering secara daring bertajuk "Cegah Dini Komplikasi Ginjal Pada Penjuang Diabetes" seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, masalah ginjal yang dialami pasien diabetes bukan disebabkan obatnya melainkan gula darah yang tak terkontrol. "Sebetulnya yang merusak ginjal itu kalau diabetes tidak terkontrol. Kalau gulanya tinggi terus terjadi kerusakan dan kalau sudah rusak maka tidak bisa balik," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi dari Universitas Indonesia, dr. Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH, FINASIM. Seperti Prof. Sidartawan, dia juga menegaskan penyebab rusaknya ginjal pada pasien diabetes bukan obat melainkan tidak dicapainya target pengendalian gula darahnya.

"Penyebab utama gagal ginjal bahkan sampai cuci darah adalah hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol," tutur dia.

Lebih lanjut, Tunggul mengatakan, hipertesi dan diabetes bisa muncul bersamaan. Sekitar dua dari tiga pasien yang harus cuci darah, disebabkan diabetes dan hipertensi.

"Kalau bisa dicegah secara dini, bisa dikendalikan gula darah dengan baik, kalau ada hipertensi dikendalikan dengan baik, maka kita akan bisa mencegah tidak gagal ginjal atau minimal memperlambat tidak sampai cuci darah," demikian pesan Tunggul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini