Hati-Hati Alami Kebutaan, Penderita Diabetes Harus Rajin Periksa Mata

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 612 2503409 hati-hati-alami-kebutaan-penderita-diabetes-harus-rajin-periksa-mata-L3dpBXhtHn.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PASIEN diabetes memang rawan mengalami komplikasi penyakit, salah satu penyakit yang biasa terjadi adalah kehilangan penglihatan. Memang, komplikasi pada organ mata biasa terjadi ketika seseorang mengalami diabetes.

Oleh karena itu, dokter spesialis mata dari Universitas Indonesia, Referano Agustiawan, SpM(K), mengatakan mereka yang terdiagnosis diabetes disarankan untuk segera memeriksakan kondisi matanya pada dokter.

"Setiap orang didiagnosis diabetes, segera periksakan mata agar dicek (oleh dokter) semuanya seperti udara mata, tekanan bola mata seperti apa, katarak, kontrol rutin yang penting sehingga dokter bisa menangani lebih dini," ujar dia seperti dilansir dari Antara.

Diabates

Pada mereka yang terkena diabetes, risiko mengalami kebutaan meningkat hampir 25 kali lipat dibandingkan orang sehat. Mereka juga berisiko terkena masalah pada mata apabila gula darahnya dikendalikan seperti mata kering, glaukoma, dan neuropati diabetik

"Komplikasi pada mata, seperti mata kering, memang diidap menderita diabetes, semakin tinggi risiko terkena seperti neuropati atau ada masalah di saraf mata," kata Rerefano yang memiliki sebagai Direktur Utama RS Mata JEC@Kedoya, Vitreo-Retina, Cataract Specialist JEC Eye Hospitals dan Klinik itu.

Menurut Rerefano sudah, sering kali penyandnag diabetes baru dengan dokter bila mengalami mata kering dengan kondisi parah. Begitu juga dengan glaukoma atau kondisi tekanan bola mata yang tinggi yang dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan kerusakan di saraf mata yang menyebabkan kebutaan. Glukoma pada tahap awal tidak bergejala semisal rasa sakit atau buram.

Sementara pada kasus neuropati diabetik, pasien yang terdiagnosis di usia muda cenderung mengalami perburukan kondisi lebih cepat dari bila baru terkena diabetes pada usia 50 atau 60 tahun. Referano mengatakan, pasien diabetes dengan riwayat penyakit sudah 20 tahun hampir 60 persennya mengalami neuropati diabetik.

"Semakin muda usia apabila mengalami diabetes, semakin berat perburukan neuropati diabetik dibandingkan apabila diabetes baru usia 50 tahun, 60 tahun. Diabetes bisa terjadi mulai dari anak kecil. Pasien termuda saya usia 16 tahun," demikian kata dia.

Sekadar informasi, berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2020, jumlah penderita diabetes terus meningkat di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia. Prevalensi diabetes di Indonesia masih mencapai 6,2 persen dengan 10.681.400 kasus.

Bahkan, menurut penelitian terbaru yang dilakukan tim penanggulangan Covid-19 di Indonesia, angka kematian pada pasien diabetes yang terinfeksi Covid-19 lebih tinggi 8,3 kali lipat daripada masyarakat yang tidak menyandang diabetes.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini