WHO Temukan 4 Hasil Mengejutkan Akibat Efek Resistansi Antimikroba

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 481 2503816 who-temukan-4-hasil-mengejutkan-akibat-efek-resistansi-antimikroba-8lTsuB08Jz.jpg AMR (Foto: The conversation)

PERWAKILAN World Health Organization (WHO) di Indonesia, dr. Benyamin Sihombing, MPH, menjelaskan bahwa saat ini kematian akibat Antimicrobial Resistance (AMR) sebanyak 700 ribu orang per tahun. Diprediksi, jumlah kematian ini akan meningkat hingga 10 juta orang per tahunnya pada 2050.

Ia menambahkan bahwa pada 2021 WHO telah mengeluarkan satu laporan hasil dari Global Antimicrobial Resistance and Use Surveillance System (GLASS). Penelitian ini mengambil data dari 2019 dan 2020.

 antimicrobial

“Data ini diambil secara global dari 70 negara salah satunya Indonesia di dalamnya. Penelitian ini juga melibatkan lebih dari 3 juta laboratorium di dunia. Hasilnya cukup menarik, dan juga mengejutkan,” terang dr. Benyamin, dalam media briefing Antimicrobials Awareness Week (WAAW) 2021, yang disiarkan di channel YouTube Kemenkes (18/11/2021).

Dari penelitian tersebut ditemukan empat poin penting mengenai AMR, di antaranya:

1.Tingkat resistensi yang sangat tinggi terjadi pada patogen yang sangat umum yang biasa menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) terhadap obat Kotrimoksazol. Obat ini sebenarnya masuk dalam obat lini pertama.

2.Tingkat resistansi tinggi dari obat Ciprofloxacin terhadap ISK terjadi dan obat ini resistan terhadap kuman E. Coli dan K. Pneumoniae.

3.Ditemukan adanya resistansi pada obat-obat golongan betalaktam dan kuinolon.

4.Terjadi tingkat resistansi yang sangat tinggi dari obat Carbapenem terhadap kuman yang bernama Acinetobacter spp dan Carbapenem thd, K. Pneumoniae.

 Baca juga: Waspada Resistensi Antimikroba yang Bikin Pengobatan Jadi Tak Efektif

“Saat ini sedang dilakukan analisa lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar pandemi Covid-19 ini berkontribusi terhadap peningkatan antimikroba dalam penelitian ini,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini