Share

Suka Olahraga Pakai Jaket? Waspada Ini Bahayanya

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 612 2503852 suka-olahraga-pakai-jaket-waspada-ini-bahayanya-gyrAEo3HCu.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang yang berlari memakai jaket karena dianggap lebih banyak mengeluarkan keringat. Tapi, benarkah keringat yang keluar tersebut adalah karena Anda berolahraga?

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Umar Nur Rachman, Sp.PD mengatakan, berolahraga mengenakan jaket sebenarnya malah tidak dianjurkan. Pasalnya, memakai jaket hanya mengurangi kadar air di dalam tubuh dan malah bisa membuat seseorang mengalami dehidrasi.

"Nah ini kadang-kadang masyarakat masih belum paham ya. Mereka beranggapan kalau aku berkeringat, maka aku sudah olahraga. Terus dia olahraganya pakai jaket. Meskipun dia ditimbang turun berat badannya, itu air (di dalam tubuh) yang keluar," ujar Umar seperti dilansir dari Antara.

Olahraga

Selain itu, Umar juga menjelaskan bahwa sebagian pasien diabetes beranggapan bahwa berjalan kaki tanpa mengenakan alas kaki itu baik. Faktanya, Umar mengatakan bahwa hal itu justru harus dihindari oleh penderita diabetes.

"Pasien diabetes ini banyak ya, dia mengira jalan-jalan nggak pakai sandal itu baik. Kemudian dia jalan di krikil itu ya nggak pakai sandal. Memang rasanya nyaman karena pasien diabet itu kan kakinya kayak kebas gitu ya. Kalau dia jalan di krikil itu rasanya enak," kata Umar.

"Tapi otomatis pertama dia risiko luka. Pasien diabet kan harus pakai alas kaki kemana-mana. Kedua, dia juga tidak bisa berolahraga dengan baik. Karena minimal itu olahraga jalan cepat untuk pasien diabet. Nah jalan cepat ya harus pakai sepatu," sambungnya.

Oleh sebab itu, Umar memaparkan bahwa banyaknya keringat yang dikeluarkan saat berolahraga bukanlah poin utama. Sebab hal yang harus diperhatikan saat berolahraga adalah durasi dan intensitasnya.

"Olahraga teratur ini sifatnya harus continue ya. Kalau disarankan sih 3 sampai 5 kali seminggu ya. Durasinya berkisar antara 30 menit dengan pemanasan dan pendinginan," tutur Umar.

"Ini harus kita pahami ya bahwa yang menjadi target (olahraga) itu adalah denyut nadi maksimal. Denyut nadi maksimal itu kalau intensitas olahraga kita sekitar 70 persen dari denyut nadi maksimal," lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini