Beondegi, Makanan Ekstrem Korea Selatan dari Ulat Sutera

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 19 November 2021 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 298 2504300 beondegi-makanan-ekstrim-korea-selatan-dari-ulat-sutera-Y3Ve8DXcv5.jpeg Beondegi makanan ekstrem Korea Selatan (Foto: Atlasobscura)

BEONDEGI, makanan ekstrem Korea Selatan yang tak jarang diburu pencinta kuliner. Terlepas dari kesan awalnya, beondegi bukanlah sejenis ikan, kacang-kacangan, atau tumbuhan. Ini sebenarnya sejenis serangga, kepompong ulat sutra, tepatnya.

Beondegi merupakan salah satu makanan ringan yang populer, dijual di jalanan dan di toko kelontong di seluruh Korea Selatan. Dalam bentuk rebus atau kukus yang khas, rasanya gurih dan asam, dengan sedikit rasa amis dan pedas.

Beondegi Makanan Ekstrem Korea Selatan

Kulit luarnya renyah, sedangkan bagian dalamnya lembut dan berair. Biasanya penjual menambahkan bumbu atau garam saat memasak. Mereka juga membuat versi manisan dengan gula.

Meskipun beberapa orang menyukai kepompong ulat sutera sejak gigitan pertama, banyak orang menganggap beondegi lebih sebagai rasa yang didapat.

Ini pertama kali menjadi populer sebagai makanan masa perang selama Perang Korea, karena nilai gizinya yang sangat baik dan ketersediaannya yang luas sangat membantu orang yang membutuhkan pasokan protein yang stabil.

Baca Juga : Camilan Ekstrem Korea Berbahan Larva Ulat Sutera, Berani Nyoba?

Beondegi Makanan Ekstrem Korea Selatan

Ulat sutera sudah umum di Korea selama beberapa generasi, berkat peran mereka dalam menciptakan sutera, jadi mudah untuk beralih ke mereka untuk sumber makanan juga.

Akhirnya, beondegi menjadi ada di mana-mana, dan tetap demikian sampai sekarang, meskipun cenderung paling populer di kalangan generasi yang lebih tua.

Baca Juga : Mengenal Balut Makanan Ekstrem dari Filipina, Berani Coba?

Perlu diketahui

Jika Anda memutuskan ingin mencoba sajian segar yang dimasak sepenuhnya, Anda biasanya dapat menemukan beondegi di pasar di hampir semua kota di Korea Selatan.

Vendor biasanya menjualnya dalam cangkir kecil dengan tusuk gigi untuk pengambilan sampel yang mudah. Jika Anda lebih suka mencoba beondegi di rumah dan memasaknya sendiri, Anda dapat membeli sekaleng dari toko pojok atau supermarket dengan harga sekitar 2.000 Won.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini