Jumlah Penghuni Wisma Atlet Mulai Meningkat, Ini Penjelasan Epidemiolog

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 19 November 2021 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 481 2504348 jumlah-penghuni-wisma-atlet-mulai-meningkat-ini-penjelasan-epidemiolog-TUUbD0PXST.jpg Wisma Atlet (Foto: Okezone)

JUMLAH penghuni ruang isolasi di RSDC Wisma Atlet dilaporkan mulai mengalami peningkatan. Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito.

"Memang terjadi peningkatan jumlah orang yang dirawat juga terlihat pada data di Wisma Atlet. Selama seminggu terakhir jumlah orang yang dirawat tampak meningkat secara konsisten pada rentang 248 hingga 273," ucap Prof. Wiku Adisasmito, beberapa waktu lalu.

 wisma atlet

Terkait hal tersebut, Epidemiolog dari Griffith Univeristy, Australia, Dicky Budiman menjelaskan, peningkatan keterisian baik rumah sakit ataupun fasilitas isolasi karantina itu bisa menjadi satu alarmnya.

"Ada mekanisme atau proses penularan dan penyebaran dari penyakit ini di masyarakat yang memang tidak terdeteksi oleh kita. Dan ini wajar karena Indonesia masih dalam level community transmission. Wajar tapi dalam tanda kutip bahwa kita masih punya PR besar," kata Dicky, saat dihubungi MNC Portal, Jumat (19/11/2021).

Menurut Dicky, hal ini disebut wajar karena memang situasi Indonesia memang seperti itu. Sehingga ketika kasus melandai atau kasus hanya dibawah 100, namun di balik itu masih ada lebih banyak kasus yang belum terdeteksi.

 Baca juga: RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 190 Pasien Covid-19 Hari Ini

"Adanya peran keterisian dari fasilitas kesehatan atau fasilitas isolasi karantina terpusat itu adalah puncak gunung es atau fenomena gunung es. Karena masyarakat kita bukanlah masyarakat yang sedikit-sedikit ke Fasilitas Kesehatan," lanjutnya.

Artinya kasus Covid-19 yang terjadi di rumah-rumah bisa lebih banyak lagi. Sehingga respon yang bisa dilakukan adalah harus ditingkatkan penjangkauan ke rumah-rumah, dan deteksi dini termasuk upaya peningkatan vaksinasi terutama di kelompok yang beresiko tinggi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini