Dokter Reisa: Vaksinasi Harus Merata, Bukan Habiskan Waktu Cari Booster

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 19 November 2021 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 481 2504496 dokter-reisa-vaksinasi-harus-merata-bukan-habiskan-waktu-cari-booster-bWj80XYG4Z.jpg Dokter Reisa (Foto : Youtube/Sekretariat Presiden)

SAMPAI saat ini, vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster masih diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Lantas, kapan masyarakat umum bisa mendapatkan suntikan vaksin booster?

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan, saat ini pemerintah fokus memastikan semua kelompok atau golongan masyarakat mendapat vaksin Covid-19. Hal ini mulai dari orang lanjut usia, ibu hamil, anak-anak, penyandang disabilitas, hingga kelompok komorbid.

Dokter Reisa

“Vaksinasi di Indonesia bukan hanya soal siapa yang divaksinasi. Tapi juga tentang siapa saja yang belum divaksinasi. Apakah lansia, atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu, cakupan di penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak apakah ini sudah divaksin semua. Ini adalah pengingat fokus kita adalah, bukan soal kapan vaksinasi ketiga atau booster akan dimulai,” ujar dr. Reisa, dalam siaran langsung dikutip dari akun chanel Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (19/11/2021).

Baca Juga : Jelang Libur Akhir Tahun, Pemerintah Tekan Produsen Penuhi Target Pengiriman Vaksin Covid-19

Baca Juga : Pemerintah Masih Uji Klinis Efektivitas Vaksin Booster Covid-19

Begitu halnya juga dengan kelompok masyarakat yang baru menerima vaksin dosis pertama. Contohnya kelompok tenaga pendidik atau guru, yang sekitar 370 ribu di antaranya baru menerima vaksin dosis pertama dari sekitar 5.000.000 juta orang guru sebagai sasaran vaksinasi Covid-19.

“Apakah 370.000 tenaga pendidik atau guru yang baru dosis pertama ini bisa melengkapi dosisnya, dan bagaimana kita bisa meningkatkan capaian ini. Capaian 100 persen di kelompok ini akan sangat bantu melancarkan proses pembelajaran tatap muka di tahun 2022, capaian kelompok guru akan pengaruhi nasib 60 juta pelajar se-Indonesia,” tambahnya.

Dokter Reisa menegaskan, 88 juta masyarakat yang sudah full dose alias lengkap dua dosis dan 45 juta yang baru dosis pertama untuk tidak sibuk menghabiskan waktu mencari-cari vaksin booster.

“Bukan suntikan booster yang seharusnya kita cari, tapi booster atau alat untuk meningkatkan kekebalan bersama, yang harus kita fokuskan saat ini. Kita yang sudah divaksin lengkap mari membantu, makin melindungi diri dan keluarga kita bukan dengan menghabiskan waktu mencari booster. Tapi bagaimana agar vaksinasi ini merata dan setara di semua kelompok di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin sendiri sudah menyatakan, program vaksinasi booster baru akan ditinjau pemerintah apabila 70 persen dari sasaran vaksinasi sudah mendapatkan dosis lengkap, program vaksinasi anak usia 6-11 tahun berjalan, dan ketika data-data soal boster untuk umum termasuk riset soal mix and match suntikan ketiga dengan merek vaksin yang berbeda sudah keluar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini