Anya Geraldine Sakit Radang Usus Sampai Dirawat, Kenali Penyebab Penyakitnya!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 19 November 2021 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 481 2504562 anya-geraldine-sakit-radang-usus-sampai-dirawat-kenali-penyebab-penyakitnya-ZyHccfmnDp.jpg Anya Geraldine (Foto : Instagram/@anyageraldine)

ANYA Geraldine membuat heboh netizen lewat unggahannya di Instagram. Selebgram cantik tersebut terbaring di rumah sakit.

Dalam unggahan Insta Storynya Anya Geraldine menyebut bahwa penyakit yang dialaminya adalah inflamasi usus atau radang usus. Lantas, apa sih penyebab penyakit radang usus?

Sebagaimana dilansir Mayo Clinic, Jumat (19/11/2021), inflamasi usus biasa disebut juga dengan penyakit radang usus/Inflammatory Bowel Disease (IBD).

Anya Geraldine

Baca Juga : Anya Geraldine Operasi Radang Usus, Sosok sang Pacar Curi Perhatian

Baca Juga : Radang Usus Kronis Bisa Sembuh, Asal..

Penyakit radang usus tergantung pada tingkat keparahan peradangan dan di lokasi mana peradangan itu terjadi. Gejala dapat terjadi mulai dari ringan hingga berat. Terdapat dua jenis IBD, diantaranya:

1. Kolitis ulseratif

Kondisi ini melibatkan peradangan dan luka (ulkus) di sepanjang lapisan superfisial usus besar dan rektum.

2. Penyakit Crohn

Jenis IBD ini ditandai dengan peradangan pada lapisan saluran pencernaan. Penyakit ini seringkali terjadi pada lapisan saluran pencernaan yang lebih dalam.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menerangkan bahwa penyebab utama radang usus belum dapat diketahui. Tapi, salah satu penyebab radang usus adalah sistem kekebalan yang rusak.

"Jadi, sistem kekebalan yang harusnya berfungi dengan baik menyerang organisme asing seperti virus dan bakteri, malah menyerang balik tubuh individu dan ini menyebabkan peradangan di saluran cerna," ungkap laporan CDC.

Faktor genetik pun memainkan peran sebagai penyebab radang usus. "Seseorang dengan riwayat keluarga mengalami masalah radang usus lebih besar risikonya mengembangkan respon imun yang salah tersebut," tambah CDC.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini