Share

Istri CEO Pfizer Dikabarkan Meninggal Akibat Vaksin Covid-19, Ini Fakta Sebenarnya!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Okezone · Jum'at 19 November 2021 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 612 2504506 istri-ceo-pfizer-dikabarkan-meninggal-akibat-vaksin-covid-19-ini-fakta-sebenarnya-tJuvKzvTeO.jpeg Myriam Bourla dan Arlbert Bourla CEO Pfizer (Foto: IB Times)

SALAH satu blog menjadi viral usai menerbitkan artikel yang tidak akurat tentang CEO Pfizer pada 10 November 2021. Artikel tersebut mengklaim bahwa istri CEO Pfizer, Albert Bourla telah meninggal dunia akibat komplikasi dari vaksin Pfizer.

Alhasil kabar tersebut dengan cepat tersebar di sosial media dan menggemparkan masyarakat. Juru bicara Pfizer, Amy Rose menuduh penulis artikel tersebut dengan sengaja dan jahat berusaha menyebabkan tekanan emosional pada keluarga Bourla.

Myriam Bourla

"Istri CEO kami masih hidup dan sehat, bertentangan dengan apa yang dikatakan di Internet. Tidak masuk akal bahwa seseorang yang menyamar sebagai jurnalis akan menyebarkan kebohongan seperti itu tentang CEO kami dan keluarganya," kata Rose, merangkum dari AP News, Jumat (19/11/2021).

Lebih lanjut, Rose mengatakan tujuan dari dibuatnya artikel hoax tersebut adalah merusak kepercayaan pada vaksin Pfizer yang telah diberikan kepada ratusan juta orang di seluruh dunia.

Baca Juga : CEO Pfizer Ditangkap Usai Palsukan Data Vaksin dan Penyuapan, Benarkah?

Saat ini blog, The Conservative Beaver, tidak memberikan bukti apa pun atas klaim kabar tersebut dan mengaitkan beberapa informasi dengan dokter yang tidak disebutkan namanya. Artikel tersebut telah dibagikan secara luas di media sosial dan tampaknya banyak orang yang percaya dengan hal itu.

Artikel tersebut secara keliru menyatakan bahwa Myriam Bourla meninggal pada 10 November di salah satu rumah sakit di luar New York City. Ia dikabarkan meninggal setelah dibawa ke ruang gawat darurat oleh paramedis.

Blog itu juga menyatakan bahwa sang istri telah menyatakan skeptis dengan suntikan eksperimental suaminya dan awalnya menolak untuk menerimanya. Namun, klaim tersebut salah, sebab artikel tersebut mengambil kutipan lama dari Myriam Bourla.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini