Bisa Kena Koinfeksi Covid-19, Ini Kelompok yang Harus Dapat Vaksinasi Flu

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 20 November 2021 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 20 481 2504705 bisa-kena-koinfeksi-covid-19-ini-kelompok-yang-harus-dapat-vaksinasi-flu-4jVeepkuPH.jpg Ilustrasi vaksinasi flu. (Foto: Tirachardz/Freepik)

VAKSINASI flu dilaporkan penting dilakukan pada masa saat ini. Pasalnya, sebanyak 3 hingga 5 juta orang di dunia terkena infeksi influenza berat setiap tahunnya. Berdasarkan jumlah tersebut, diperkirakan ada sebanyak 290 sampai 650 ribu orang meninggal dunia tiap tahunnya. Demikian berdasarkan data yang dihimpun World Health Organization (WHO) pada tahun 2018.

Maka itu, WHO merekomendasikan pemberian vaksin flu musiman sekali setahun pada setiap individu. Vaksinasi flu bisa diberikan mulai dari usia 6 bulan hingga dewasa. Khususnya untuk anak dan kelompok dengan risiko tinggi.

Baca juga: Pentingnya Vaksinasi Flu Guna Cegah Koinfeksi Covid-19 

Ilustrasi vaksinasi flu.

Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF) Profesor Dr dr Cissy B Kartasasmita SpA(K) mengatakan saat ini sangat penting bagi masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan agar anak tidak terserang penyakit flu. Terlebih lagi pada masa pandemi covid-19.

"Masa pandemi ini memungkinkan terjadinya koinfeksi antara penyakit flu dan covid-19. Langkah pencegahan salah satunya dapat dilakukan melalui vaksinasi jika anak sudah berusia di atas 6 bulan," jelas Prof Cissy dalam virtual media briefing, Jumat 19 November 2021.

Lebih lanjut ia menjelaskan mengenai aturan vaksinasi flu. Prof Cissy menerangkan bahwa vaksinasi flu pada anak berusia di bawah 9 tahun yang belum pernah divaksin flu perlu diberikan sebanyak dua kali. Pemberian vaksin pertama dan kedua memiliki jarak satu bulan.

Baca juga: 5 Bahan Alami Rumahan untuk Obati Tumit Pecah-Pecah, Mudah dan Praktis 

Sedangkan untuk anak di atas usia 9 tahun, maka pemberian vaksin flu harus dilakukan secara rutin setiap satu tahun sekali. Vaksinasi flu juga penting dilakukan pada kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan orang dengan kondisi medis kronis tertentu, untuk membentuk antibodi terhadap virus influenza.

"Secara global dari rata-rata 389.000 kematian setiap tahun akibat infeksi saluran napas terkait influenza, 67 persen terjadi pada lansia. Sebab, flu pada lansia dapat menyebabkan komplikasi yang memperberat penyakit kronik degeneratif atau komorbid lain yang sudah dideritanya," tuntasnya.

Baca juga: 6 Kebiasaan Buruk Penyebab Sakit Ginjal, Salah Satunya Kurang Tidur 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini