Kasus Covid-19 di Eropa Melonjak, Pil Merck Didukung untuk Penggunaan Darurat

Hasyim Ashari, Jurnalis · Sabtu 20 November 2021 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 20 481 2504785 kasus-covid-19-di-eropa-melonjak-pil-merck-didukung-untuk-penggunaan-darurat-b7jJycqcxb.jpg Ilustrasi obat untuk penanganan pasien covid-19. (Foto: Shutterstock)

SEJUMLAH negara di Eropa dilaporkan kembali mengalami lonjakan kasus covid-19. Sejumlah langkah cepat pun dilakukan, salah satunya mendukung penggunaan obat anti-covid-19.

Badan Pengawas Obat Uni Eropa (UE) dilaporkan telah mendukung pil anti-covid-19 Merck untuk penggunaan darurat. Kemudian mereka juga mulai meninjau pengobatan antivirus Pfizer.

Baca juga: Bisa Kena Koinfeksi Covid-19, Ini Kelompok yang Harus Dapat Vaksinasi Flu 

Seperti dilansir Channel News Asia, Sabtu (20/11/2021), obat-obat yang dibuat oleh dua raksasa farmasi Amerika Serikat itu berpotensi menjadi terobosan dalam mengatasi wabah virus corona. Sebab dari hasil penelitian menunjukkan kedua pil tersebut dapat mengurangi risiko rawat inap, bahkan kematian terhadap pasien berisiko tinggi.

Ilustrasi lonjakan kasus covid-19. (Foto: Shutterstock)

Sementara itu, European Medicines Agency (EMA) mengatakan meskipun pil Merck belum disetujui, pihaknya telah memberi lampu hijau sehingga masing-masing di 27 negara Uni Eropa dapat memutuskan apakah akan menggunakannya jika terjadi lonjakan infeksi.

Baca juga: Hari Anak Sedunia, Erick Thohir Bagikan Momen Bahagia Ibadah Bersama Buah Hatinya 

"Obat, yang saat ini belum diizinkan di UE, dapat digunakan untuk mengobati orang dewasa dengan covid-19 yang tidak memerlukan oksigen tambahan dan yang berisiko lebih tinggi terkena covid-19 yang parah," jelas EMA dalam pernyataannya.

"EMA mengeluarkan saran ini untuk mendukung otoritas nasional yang dapat memutuskan kemungkinan penggunaan awal obat sebelum izin pemasaran, misalnya dalam pengaturan penggunaan darurat, mengingat meningkatnya tingkat infeksi dan kematian akibat covid-19 di seluruh UE," lanjutnya.

Namun, menurut laporan pil Merck tidak boleh digunakan oleh wanita hamil atau wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi dan bisa hamil. Hal itu dikarenakan dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin.

"Rekomendasi ini diberikan karena penelitian laboratorium pada hewan telah menunjukkan bahwa dosis tinggi (pil Merck) dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin," tambahnya.

Baca juga: Viral Pernikahan Lansia Usia 54 dan 61 Tahun, Netizen: Definisi Cinta yang Tulus 

Pil harus diberikan sesegera mungkin setelah gejala covid-19 mulai muncul, paling lambat dalam waktu lima hari. Kemudian harus diambil selama lima hari.

Pengawas yang berbasis di Amsterdam ini mengatakan pihaknya berharap memutuskan persetujuan resmi untuk pil Merck, yang juga dikenal sebagai molnupiravir, pada akhir tahun ini.

Baca juga: 5 Khasiat Luar Biasa Ikan Lele untuk Kesehatan, Bisa Cegah Stroke Lho 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini