Kampoeng Andalan Hadir di Wonosobo, Ajak Masyarakat Ikut Program KB

Wilda Fajriah, Jurnalis · Sabtu 20 November 2021 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 20 481 2504873 kampoeng-andalan-hadir-di-wonosobo-ajak-masyarakat-ikut-program-kb-sWIsHJ6qkx.jpg Program Kampoeng Andalan BKKBN di Wonosobo. (Foto: Wilda Fajriah/MNC Portal)

PANDEMI covid-19 memunculkan fenomena baru, yakni meningkatnya angka kehamilan. Kondisi ini terutama terjadi di wilayah perdesaan. Banyak keluarga menghentikan penggunaan alat kontrasepsi dengan beragam alasan, mulai ekonomi hingga enggan pergi ke dokter karena takut terpapar covid-19.

Guna mengajak masyarakat turut berpartisipasi dalam program keluarga berencana (KB), Andalan Kontrasepsi yang bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyelenggarakan program "Kampoeng Andalan".

Baca juga: Jumlah KB Pria Masih Rendah, Ternyata Ini Penyebabnya 

Program Kampoeng Andalan BKKBN di Wonosobo. (Foto: Wilda Fajriah/MNC Portal)

Itu merupakan sebuah sosialisasi program Keluarga Berencana kepada masyarakat umum dari desa ke desa dengan melibatkan tenaga kesehatan.

Kali ini Kampoeng Andalan hadir di Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Desa Butuh dipilih karena memiliki jumlah penduduk yang cukup besar di Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Sebabkan Penggunaan KB Turun 

Ada sekira 3.700 pria dan 3.400 wanita dengan jumlah pasangan suami-istri mencapai 2.000 pasangan. Kemudian rentang penduduk di usia produktif 15 hingga 39 tahun, dan merupakan di wilayah suburban yang harus disentuh dengan sosialisasi program KB.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah drg Widwiono MKes mengatakan ini merupakan sebuah kerja sama yang baik supaya masyarakat bisa diberi kesempatan untuk KB, mengingat Kampoeng Andalan memberikan layanan KB suntik gratis.

"Jadi ini masyarakatnya diberi kesempatan untuk ber-KB. Ini merupakan kerja sama yang baik. Kemudian ini kami juga dibantu dari mitra kebetulan pemberian layanan KB gratis," kata drg Widwiono.

Baca juga: Suami Jangan Bangga Punya Banyak Anak, Ini Risikonya bagi Perempuan 

Ke depan ia berharap program ini tidak hanya dilakukan di Wonosobo, melainkan juga bisa diperluas hingga wilayah lain, terutama yang angka kelahirannya tinggi.

"Tentunya kami berharap ini menjadi suatu contoh ya. Kalau bisa ke depan jangan di Desa Butuh saja, bisa expand ke wilayah lain," tukasnya.

Baca juga: Peneliti Temukan Kontrasepsi Baru untuk Cegah Kehamilan, Cukup Tempel ke Kulit Saja 

Program Kampoeng Andalan BKKBN di Wonosobo. (Foto: Wilda Fajriah/MNC Portal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini