Wamenparekraf: Indonesia Bisa Jadi Pusat Fesyen Muslim Dunia

Ahmad Haidir, Jurnalis · Minggu 21 November 2021 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 21 194 2505111 wamenparekraf-indonesia-bisa-jadi-trendsetter-industri-fesyen-muslim-global-TFQB1CU9gQ.jpeg Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (Foto: Kemenparekraf)

INDUSTRI Fashion Muslim lokal makin menggeliat di era sekarang. Karenanya, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif - Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo mengapresiasi penyelenggaraan Embracing Jakarta Muslim Fashion Week 2021.

Menurut Wamen Angela Tanoesoedibjo, penyelenggaraan Embracing Jakarta Muslim Fashion Week 2021 merupakan momentum untuk mendorong memajukan industri fesyen lokal, khususnya di segmen busana muslim.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara fashion show yang menampilkan 36 brand fesyen muslim ternama dan diskusi perkembangan fesyen mode di Indonesia baru-baru ini.

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo

Selain itu, Wamen Angela mengatakan, hal ini merupakan langkah yang nyata untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produk-produk halal dunia.

"Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan industri fesyen muslim dan kosmetika halal di pasar lokal maupun global," ungkap Wamen Angela di Stadion Aquatic Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.

Busana Muslim

Baca Juga : Ada Celah Industri Fashion Muslim Bangkit Kembali

Lebih lanjut, Wamen Angela menyebut Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi industri fesyen muslim. Mengingat Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, yaitu sekitar 231 juta jiwa atau setara dengan 13 persen dari populasi muslim dunia.

Busana Muslim

"Selain itu jumlah generasi milenial dan generasi z di Indonesia juga mendominasi di angka 53 persen. Sehingga dengan populasi muslim yang besar dan muda, peluang terbuka sangat besar untuk pertumbuhan industri kreatif muslim, termasuk industri fesyen," tambahnya.

Baca Juga : Angela Tanoesoedibjo: Jakarta Muslim Fashion Week Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Hal ini juga dibuktikan apabila berdasarkan data dari State of Global Islamic Economy Report tahun 2018, Indonesia menempati peringkat ketiga dalam pertumbuhan industri fesyen muslim di dunia setelah Uni Emirat Arab dan Turki dengan transaksi mencapai nilai 21 miliar dolar Amerika Serikat.

Wamenparekraf Angela pun mengungkapkan bahwa dengan didukung keberagaman budaya Indonesia, tingkat kreativitas sumber daya manusia yang tinggi, dan kemampuan beradaptasi terhadap nilai-nilai berkelanjutan, Indonesia dapat menjadi trend setter dalam industri fesyen global khususnya busana muslim.

Wamen Angela

Untuk mencapai hal tersebut, Wamen Angela mengajak para pelaku fesyen muslim untuk segera beradaptasi dengan proses digitalisasi dalam bertransaksi dan memasarkan produknya.

"Sepanjang tahun 2020, transaksi perdagangan digital di Indonesia sudah mencapai lebih dari Rp253 triliun dan diperkirakan akan meningkat menjadi Rp330,7 triliun pada 2021. Datangnya berbagai permintaan konsumen baik domestik maupun global pasti akan sangat dipengaruhi oleh teknologi, jadi kita perlu memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan nilai tambah produk dan efisiensi usaha, sehingga kita bisa memberikan karya dan solusi terbaik bagi masyarakat," jelas Angela.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini