Verawaty Fajrin Meninggal, Ini 6 Faktor Risiko Kanker Paru

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 21 November 2021 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 21 481 2505068 verawaty-fajrin-meninggal-ini-6-faktor-risiko-kanker-paru-Ue8xh7dkdz.jpeg Verawaty Fajrin (Foto: Antara)

LEGENDA Bulu Tangkis Indonesia, Verawaty Fajrin meninggal dunia Minggu (21/11/2021) pukul 06.58 WIB. Verawaty Fajrin meninggal dunia akibat kanker paru-paru yang dideritanya beberapa bulan terakhir

Kanker paru yang diidap perempuan bernama asli Verawaty Wiharjo adalah masalah serius yang banyak dialami masyarakat. Menurut data dari International Agency for research on cancer (2020), kasus kanker paru di Indonesia menduduki posisi 3 teratas, dengan total pasien 34.783 kasus baru.

Verawati Fajrin

Baca Juga : Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Meninggal Dunia, Waspadai 8 Gejala Kanker Paru

Mirisnya, penyakit ini banyak menggugurkan pasien, yaitu 30.843 kematian akibat kanker paru. "Sederhananya, dalam setahun, yang tersisa hanya 3-4 orang per 100 pasien," terang Prof Aru Sudoyo, Ahli Penyakit Dalam Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik, dalam webinar Hari Kanker Paru Sedunia 2021, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Baca Juga : Breaking News: Legenda Bulu Tangkis Indonesia Verawaty Fajrin Meninggal Dunia

Ada beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko tinggi mengalami kanker paru-paru. Beberapa faktor dapat dikendalikan, seperti berhenti merokok.

Namun, ada juga faktor yang tidak dapat dikendalikan seperti riwayat keluarga. Berikut faktor risiko kanker paru yang dikutip dari Mayo Clinic, Minggu (21/11/2021) :

1. Merokok Jumlah rokok yang dihisap akan sangat menentukan pertumbuhan sel kanker di paru-paru. Semakin banyak rokok yang dihisap setiap harinya, semakin besar kemungkinan risikonya.

2. Perokok pasif Semakin sering asap rokok masuk ke dalam paru-paru, semakin tinggi risiko sel kanker tumbuh di sana.

3. Terapi radiasi Jika Anda menjalani terapi radiasi ke dada untuk jenis kanker lain, ini meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Baca Juga : Sakit Kanker Paru-Paru, Legenda Bulu Tangkis Indonesia Verawaty Wiharjo Dirawat di RS Dharmais

4. Paparan gas radon Radon dihasilkan oleh pemecahan alami uranium di tanah, batu, dan air yang akhirnya menjadi bagian dari udara yang dihirup setiap hari. Tingkat radon yang tinggi akan menumpuk di paru-paru dan ini berakibat buruk.

5. Paparan asbes dan karsinogen lainnya Zat kimia seperti asbes, arsenik, kromium, dan nikel dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru, terlebih jika Anda merokok.

6. Riwayat keluarga Jika ada anggota keluarga yang mengalami kanker paru, baik itu orangtua, saudara kandung, atau anak, itu meningkatkan risiko penyakit.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini