Verawaty Fajrin Meninggal, Ini 3 Penyebab Kanker Paru yang Patut Diwaspadai

Calista Angelina, Jurnalis · Minggu 21 November 2021 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 21 481 2505146 verawaty-fajrin-meninggal-ini-3-penyebab-kanker-paru-yang-patut-diwaspadai-x7QP9exAt8.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

PEBULU Tangkis Legendaris Indonesia, Verawaty Fajrin meninggal dunia di usia 64 tahun. Verawaty meninggal akibat kanker paru-paru. 

Kanker paru yang diidap perempuan bernama asli Verawaty Wiharjo adalah masalah serius yang banyak dialami masyarakat. Menurut data dari International Agency for research on cancer (2020), kasus kanker paru di Indonesia menduduki posisi 3 teratas, dengan total pasien 34.783 kasus baru.

Verawati Fajrin

Mirisnya, penyakit ini banyak menggugurkan pasien, yaitu 30.843 kematian akibat kanker paru. "Sederhananya, dalam setahun, yang tersisa hanya 3-4 orang per 100 pasien," terang Prof Aru Sudoyo, Ahli Penyakit Dalam Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik, dalam webinar Hari Kanker Paru Sedunia 2021, beberapa waktu lalu.

Ada beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko tinggi mengalami kanker paru-paru. Beberapa faktor dapat dikendalikan, seperti berhenti merokok.

Baca Juga : Verawaty Fajrin Meninggal, Ini 6 Faktor Risiko Kanker Paru

Tapi perlu dicatat, tidak semua orang yang terkena kanker paru-paru itu merokok. Bukan hanya dari asap rokok, melainkan polusi udara, atau sering terpapar asbes di lingkungan kerja, knalpot diesel atau bahan kimia tertentu lainnya juga dapat menyebabkan kanker paru-paru.

Baca Juga : Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Meninggal Dunia, Waspadai 8 Gejala Kanker Paru

Fakta yang harus diketahui, banyak orang yang tidak merokok pun memiliki potensi mengidap kanker paru-paru. Dilansir dari Cancer.org, ada 3 penyebab kanker paru-paru.

1. Perubahan Gen pribadi

Para ilmuwan menjelaskan risiko kanker paru-paru disebabkan oleh perubahan tertentu pada DNA sel paru-paru. Perubahan ini dapat menyebabkan pertumbuhan sel abnormal bahkan kanker. DNA pada tubuh adalah semacam bahan kimia dalam sel kita yang membentuk gen, gen yang mengontrol bagaimana sel berfungsi. DNA tentu berasal dari kedua orang tua, hal ini memengaruhi lebih dari sekadar penampilan fisik saja. DNA pun dapat mempengaruhi risiko kita untuk mengembangkan jenis penyakit tertentu (termasuk kanker).

Beberapa gen onkogen dalam tubuh membantu mengontrol kapan sel tumbuh, membelah untuk membuat sel baru, dan mati. Sedangkan, gen yang membantu mengontrol pembelahan sel atau menyebabkan sel mati pada waktu yang tepat disebut gen supresor tumor.

Nah, kanker itu dapat disebabkan oleh perubahan DNA yang mengaktifkan onkogen atau mematikan gen supresor tumor. Banyaknya perubahan pada banyak gen yang berbeda itulah yang menyebabkan kanker paru-paru.

2. Perubahan Gen yang diwariskan

Beberapa orang mewarisi mutasi (perubahan) DNA dari orang tua mereka, hal ini sangat meningkatkan risiko untuk mengembangkan kanker tertentu. Meskipun mutasi DNA yang diwariskan tidak dianggap menyebabkan banyak kanker paru-paru. Namun, gen tampaknya berperan penting, khususnya keluarga dengan riwayat kanker paru-paru.

Misalnya, orang yang mewarisi perubahan DNA tertentu pada kromosom tertentu (kromosom 6) lebih mungkin mengembangkan kanker paru-paru, bahkan jika mereka tidak merokok atau hanya merokok sedikit.

Beberapa orang juga kemungkinan mewarisi kemampuan yang lemah dalam memecah atau menyingkirkan bahan kimia penyebab kanker dalam tubuh (asap tembakau). Kelemahan tersebut lah yang menempatkan mereka pada risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker paru-paru.

Orang dengan enzim perbaikan DNA abnormal sangat rentan terhadap bahan kimia dan radiasi penyebab kanker. Beberapa kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLCs) membuat terlalu banyak protein EGFR (yang berasal dari gen EGFR abnormal). Perubahan gen spesifik ini terlihat lebih sering dengan adenokarsinoma paru-paru pada wanita muda Asia yang tidak merokok, tetapi kelebihan protein EGFR juga terlihat pada lebih dari 60% NSCLC metastatik.

Untuk saat ini, dokter menyarankan agar semua orang menghindari asap tembakau dan paparan lain yang dapat meningkatkan risiko kanker mereka.

3. Perubahan gen faktor lingkungan

Perubahan gen selama hidup seseorang pun memiliki risiko lebih tinggi dibanding gen yang diwariskan. Mutasi yang diakibatkan oleh paparan faktor lingkungan, bahan kimia penyebab kanker dalam asap tembakau. Tetapi perubahan gen juga terkadang bisa terjadi secara acak di dalam sel, tanpa penyebab dari luar.

Perubahan yang didapat pada gen tertentu, seperti gen supresor tumor RB1, dianggap penting dalam perkembangan SCLC. Sama halnya dengan perubahan gen pada gen supresor tumor p16 dan onkogen K-RAS, juga penting dalam perkembangan NSCLC. Oleh karena itu, tidak semua kanker paru-paru memiliki perubahan gen yang sama, jadi pasti ada perubahan pada gen lain yang belum ditemukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini