Masih Jarang Disadari, Kenali Ciri-ciri Binatang Rabies

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 22 November 2021 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 481 2505309 masih-jarang-disadari-kenali-ciri-ciri-binatang-rabies-IVU1ncZofv.jpg Ilustrasi. (Foto: Livescience)

PENYAKIT rabies ancaman serius bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, pencegahan dan penanggulangan perlu dilakukan agar tak berdampak fatal.

Guru Besar Bidang Ilmu Virologi & Imunologi FKH Universitas Airlangga Prof Dr Suwarno drh Msi mengatakan, rabies menjadi masalah serius di dunia hingga kini. Rabies termausk penyakit yang ditelantarkan, namun sebenarnya dapat dicegah 100 persen dengan vaksinasi

"Di AS pada 1983 ada sekira 300 kasus rabies dan 2021 tinggal 6 kasus gigitan pada manusia," ujarnya dalam acara Sanofi bertajuk Perlindungan Rabies Bagi Pemilik Hewan Kesayangan.

Disebutkan lebih lanjut, di Indoensia data Kemenkes 2017-2021, 381.281 kasus rabies dan kematian 407 jiwa per Oktober 2021. 98 persen ditularkan anjing dan 2 persen kucing dan kera.

"Sementara 40 persen gigitan anjing gila terjadi pada anak kurang dari 15 tahun, biasanya anjing liar. Dari 34 provinsi, ada 26 daerah endemik rabies," tambahnya.

Baca Juga: 4 Fakta Penyakit Rabies, Mematikan tapi Bisa Dicegah

Masyarakat sejak 1916 sebenarnya sudah mengenal vaksin rabies pada manusia. Lalu vaksin rabies pada hewan dikenal pada 1967.

Tapi sayangnya, ungkap Prof Suwarno, covarage vaksinasi ini rasanya belum pernah tercapai walau targetnya 70 persen.

"Kalau dihitung capaiannya sekarang 40 persen vaksinasi, sangat disayangkan sekali."

Terutama pada anjing liar, sulit ditangkap. Jadi vaksinasi hanya dilakukan untuk anjing yang mudah ditangkap. Namun demikian, populasi anjing ini cukuplah unik.

"Kalau kita lihat populasi Hewan Pembawa Rabies (HPR) tidak ada ada yang pasti dan belum teridentifikasi, namun anjing penyebab satu-satunya rabies paling banyak di Indonesia," terangnya.

Dia pun menjelaskan gejala rabies yang terjadi pada hewan. Biasanya hewan yang terkena rabies berubah jadi ganas dan diam, tidak mengenal tuannya, agresif suka makan apa saja seperti suka makan batu, kayu dan sebagainya.

"Pada anjing rabies juga terjadi perubaahan suara saat menggonggong, lalu terjadi hipersalivasi, berbusa mulutnya dan ini mirip pada manusia, lalu paralisis dan anjing tersebut mengalami kematian," katanya.

Nah, jika manusia tertular hewan rabies akan berujung fatal. Gigitan hewan ini dapat mempercepat dan memperluas penyebaran virus.

Prof Suwarno mengatakan, cara menanggulangi rabies di Indonesia harus menggunakan vaksin. "Vaksin punya peran penting untuk pengendalian dan pencegahan rabies."

Dikutip Antara, terdapat vaksin inaktif dengan berbagai merek, muncul juga modified live attenuated ini diberikan secara oral, lalu vaksin rekombinan.

"Pemberiannya semua vaksin ini sangat mudah, praktis dan aman," ujarnya.

Vaksinasi dilakukan pada hewan minimal usia 3 bulan. Sang pemilik hewan tak perlu khawatir dengan efeknya, karena vaksin 100 persen dapat mencegah rabies.

"Pada hewan bisa menghentikan penyebaran virus rabies dan pada manusia bisa menyelamatkan jiwa dari infeksi virus rabies," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini